Debat Capres dan Cawapres Terakhir Jelang Pemilu 2019

NASIONAL- 14 April 2019 | 16:14:17 WIB | Dubaca : 113
Debat Capres dan Cawapres Terakhir Jelang Pemilu 2019

Debat capres terakhir baru saja usai. Melihat jalannya debat dari awal sampai akhir, sangat terlihat siapa Paslon yg memiliki visi misi jelas. Dan siapa Paslon yg masih agak bingung menentukan arah perjalann negri ini.

Debat terakhir ini diawali dg doa bersama dari semua pemuka agama. Dipimpin oleh Ust Nazaruddin Umar selaku imam masjid Istiqlal, doa dibawakan dg khusyu. Terlihat Prabowo beberapa kali mengusap matanya. Terlihat Mardani Alisera menangis tersedu-sedu. Semua larut dalam doa itu. Berharap akan diberikan seorang pemimpin negri yg mampu mengayomi rakyatnya. Berharap Alloh SWT menganugrahi negri ini dengan pemimpin yg selalu membela kepentingan rakyatnya.

Selama proses debat capres, terlihat Paslon 02 sangat menguasai materi. Mampu menjabarkan konsep ekonomi dg baik. Konsep yg sangat riil dan kerakyatan. Prabowo berjanji akan membangun swadaya pertanian, menciptakan ketahanan pangan yg kuat. Berjanji akan memberdayakan petani sendiri dengan mengurangi import bahan pangan.

Sandi juga berjanji akan membuka lapangan pekerjaan seluasnya. Serta pelatihan kerja bagi yg membutuhkan. Bahkan Sandi berjanji bhw Paslon 02 tidak akan mengambil gaji sepeserpun. Semuanya akan dikembalikan utk negara, utk kaum dhuafa yg membutuhkan. Terlihat sekali betapa Paslon 02 murni mengabdi, tak ada pamrih mencari kekayaan.

Paslon 02 juga berjanji akan merevitalisasi BUMN agar lebih berdaya. Agar bisa mensupport pembangun negeri ini.

Salah satu poin yg membuat saya bahagia adalah Paslon 02 berjanji akan menepati pakta integritas dg para ulama. Sebuah bukti bahwa mereka menghormati para ulama.

Jika anda mau jujur, maka anda akan mengakui bahwa Paslon 02 selalu memimpin dalam setiap perdebatan capres. Sebuah gambaran bahwa Paslon 02 sudah memiliki arah yg jelas akan dibawa kemana negri ini.

Saat ini sudah memasuki minggu tenang, sudah tidak bisa lagi kampanye di dunia nyata maupun maya. Semua usaha sudah dikerahkan, kini saatnya untuk mengetuk pintu langit. Memohon dengan segala kerendahan hati kepada pemilik langit dan bumi agar negri ini dipimpin oleh seorang pemimpin yang adil. Seorang pemimpin yg bisa melindungi seluruh rakyatnya. (yd)