Waspadai Revolusi Industri 4.0 yang Merugikan Indonesia

EKONOMI- 04 April 2019 | 09:17:27 WIB | Dubaca : 176
Waspadai Revolusi Industri 4.0 yang Merugikan Indonesia

Revolusi industri 4.0 mau tidak mau telah menimbulkan ketakutan bagi banyak pihak soal pekerjaan manusia yang akan digantikan teknologi terkini.

Di Indonesia revolusi industri 4.0 ini sudah terlihat di sektor perbankan. Banyak karyawan perbankan yang nasibnya terancam karena revolusi Industri ini. Baru-baru ini Perbankan Indonesia mencatat sudah ada 50.000 karyawan bank yang di-PHK karena perkembangan teknologi.

Revolusi Industri 4.0 tidak hanya ramai dibicarakan di Indonesia. Revolusi industri keempat ini pun akan menjadi pusat pembicaraan pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) minggu depan di Davos, Swiss. Tema pertemuan Davos tahun ini mengacu pada bagaimana kombinasi teknologi mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi.

Teknologi Informasi adalah masa depan, dan saat ini juga telah terjadi fenomena menarik dimana teknologi yg belum memiliki nama namun sudah menjadi kebutuhan manusia dimana-mana, tekonologi ini adalah irisan dari 3 tekonologi besar yg telah kita kenal, teknologi komputer - teknologi multimedia dan teknologi komunikasi, inilah masa depan...

Sudah siapkah kita (Indonesia) menghadapinya krn mau tidak mau hal ini harus kita alami dan melaksanakannya krn tidak bisa dihindari, bagaimanakah kita mampu memberikan solusi pada bangsa, sebagai jalan keluarnya dimana kita juga menjadi pemainnya tanpa perlu kita mengorbankan sdm para enginer kita menjadi pengangguran krn kehilangan pekerjaannya.

Masa depan semakin berat dan kita butuh orang-orang serius yg mampu berpikir dan bekerja keras agar kita tetap mampu berkompetisi dalam dunia yg semakin kompetitive tanpa kita harus mengorbankan sdm kita dalam masa depan yg tidak jelas demi masa depan anak-anak mereka dan tetap menjadi unggul.

Saat ini banyak masuk ke Indonesia tentang semua Produksi yang dikuasai oleh digital melalui unicorn atau shopping online yang merenggut pangsa pasar dalam negeri, terbanyak saat ini adalah dari Cina yang masuk ke Indonesia, jadi waspadalah. (dn)