Saran Fahri Hamzah untuk Presiden Jokowi

HIBURAN- 29 Maret 2019 | 08:50:06 WIB | Dubaca : 154
Saran Fahri Hamzah untuk Presiden Jokowi

PAK JOKOWI PLIS DEH. JADILAH TELADAN DALAM KEARIFAN

Pak Jokowi yth,
Minggu tenang dan hari pencoblosan adalah hari warga negara. Pembelahan sudah selesai saat kampanye. Ajaklah rakyat untuk datang ke TPS sebagai warga negara yang pada dasarnya sama dan bersaudara. Sisa perbedaan kita hari itu hanya ada di kotak suara.

Itulah makna dari prinsip dalam pemilihan umum, yaitu LUBER JURDIL (langsung umum bebas rahasia jujur dan adil). Dalam prinsip demokrasi, hari pemilu di seluruh dunia ditetapkan sebagai hari yang khusus. Agar pesta rakyat tidak dibebani kegiatan lainnya, ini hari silaturahmi.

Lalu, prinsip RAHASIA dilaksanakan dengan tidak menunjukkan warna apapun kecuali bahwa dalam bilik suara, bahwa kita akan memilih secara merdeka. Itu maknanya. Maka, mengajak orang berbaju putih adalah salah. Nanti akan ada kandidat lain yang meminta baju merah.

Maka, apabila yang berbaju putih dan berbaju merah bertemu di TPS atau di jalan-jalan desa, jangankan warna itu menyatu menjadi sangsaka merah putih, justru perbedaan warna pada hari pencoblosan dapat menjadi sebab suasana yang tidak nyaman. Prinsip RAHASIA bisa terabaikan.

Pak Jokowi,
Ini waktu penting bangsa kita. Ini waktu ketika kenegarawanan harus hadir. Bapak memang calon presiden tapi bapak adalah presiden. Jadilah yang memberi contoh tentang kearifan. Jangan peruncing perbedaan pada hari tenang.

Pemilu ini sesaat tapi NKRI harus hadir selamanya. Bangsa kita lelah pak, kemarin ada adu domba ideologi, di DKI, khilafah-lah, syariah-lah, tempat hiburan akan dirazia, intoleransi, dll dan tak terbukti... Sekarang bapak mau bikin pembelahan pada hari pemilihan...Ayolah pak...

Meski pada hari ini, tim bapak masih membuat ketakutan bahwa ini adalah "Pancasila VS Khilafah" sungguh saya harap bapak gak terlibat. Cukup luka pak, hentikan apa yang tidak benar. Fitnah kepada Anies Baswedan dan Sandiuno jangan ditempelkan kepada Prabowo, sebab itu tidak benar.

Fiksi horor yang tim bapak bikin itu sudah tersingkap. Cerita bohong tak bisa lagi. Prabowo adalah tiang ideologi NKRI. Jangan bandingkan diri dengan Prabowo soal ideologi sebab ia lebih kokoh. Prabowo telah mempertaruhkan nyawa, bapak pertaruhkan apa?

Cukup pak, jangan rusak apa yang sudah baik. Jangan adu domba. Jangan ada dusta yang merajalela. Mari kita jaga Indonesia dengan tidak mengarang cerita seolah Anies Baswedan, Sandiuno, Prabowo dan kami semua adalah bahaya dalam negara.

Tunjuk yang paling jago tentang negara, ayo kita beradu. Saya akan tunjukkan bahwa narasi petahana berbahaya bagi Indonesia. Maka HENTIKANLAH. Mari adu program, adu wacana dan kita buktikan. Jangan terus menerus mengadu domba dan merusak suasana menjelang hari-H.

Demikian saran saya.
Mari jaga suasana...
Ketegangan hanya kita biarkan sampai masa tenang. Setelah itu selesai sudah. Adapun dunia maya anggap saja bercanda. Namanya dunia maya. Dan negara tak punya kuasa. Sekian.

Twitter @Fahrihamzah 28/3/2019. (tw)