Semakin Banyak Temuan NIK WNA Masuk Dalam DPT, Benarkah Hanya Salah Input?

LIPUTAN KHUSUS- 14 Maret 2019 | 04:37:19 WIB | Dubaca : 136
Semakin Banyak Temuan NIK WNA Masuk Dalam DPT, Benarkah Hanya Salah Input?

Awalnya beredar sebuah foto KTP elektronik milik seseorang bernama GUOHUI CHEN, dari namanya saja jelas dia orang China, Tiongkok.
Lalu Menteri Tenaga Kerja pun MEMBANTAH, katanya HOAX, tak mungkin itu.

Ternyata, belakangan Dirjen Dukcapil mengakui bahwa WNA bisa memiliki e-KTP.

Awalnya iseng nettizen mencoba menginput NIK yang tercantum pada foto eKTP si Chen ke dalam situs "lindungi hak pilihmu".
Ternyata...dhuaaarrr!!!

NIK si Chen ada!! Artinya dia masuk dalam DPT bahkan sudah ada TPS nya. Meski tercantum atas nama "Bahar".
Lalu, KPU pun mengakui, katanya SALAH INPUT!!

Belakangan, ternyata makin banyak saja ditemukan NIK WNA yang masuk dalam DPT.

Tidak hanya di Cianjur saja, tapi di berbagai kota, di beberapa Propinsi. Tidak hanya Jawa Barat, tetapi juga di Batu (Jawa Timur), Tangerang Selatan (Banten), bahkan di Bali.

Kalau sudah masif seperti ini, apakah hanya semata salah input saja??!!

Sampai saat ini sudah 174 NIK WNA yang katanya dicoret.
Semalam dalam Kabar Utama jam 10 malam dan sekaligus Laporan Utama, TV One mengangkat masalah ini. Katanya yang TERBANYAK di BALI, yaitu masuknya WNA JEPANG dalam DPT.
WARGA BALI, WASPADALAH!!!

Pagi ini sekitar jam 06.30an sampai saat tulisan ini dibuat, iNews TV juga mengangkat dalam acara INSIDE STORY, soal bagaimana si Guo Hui Chen bisa mendapatkan KTP.

Kadisnaker Cianjur yang diwawancarai tampak salah tingkah meskipun berusaha tersenyum. Nada suara dan intonasinya menunjukkan dia gugup dan sangat berhati-hati.

Katanya sih si Chen ini pemilik perusahaan, dia mempekerjakan orang.
Apa usahanya? Ternak ayam? Atau apa?

Reporter yang mewawancarai berusaha mengkonfirmasi : benarkah si Chen ini OWNER, DIREKTUR ataukah SOPIR?!

Pak Kadisnaker berusaha menjawab, mungkin saja saat ditemui itu sopirnya si Chen entah sedang cuti atau bagaimana, sehingga dia mengemudi sendiri.

Reporter juga mendatangi Pak Bahar, yang NIK nya "tertukar" dengan si Chen.
Pak Bahar merasa kesal sekali dan dirugikan atas maraknya pemberitaan ini.
Bahkan dia jadi tidak konsen berjualan bakso, karena kerap didatangi polisi, KPUD, wartawan, dll.
Pak Bahar bahkan menghimbau kepada "PENGUASA" agar masalah ini diselesaikan. Cukup dirinya saja yang jadi korban, cukup dia saja yang jadi "TUMBAL".
Sungguh kasihan warga negara Indonesia ASLI seperti Pak Bahar ini.

Semalam, di TV One diputar kembali pernyataan Perludem, Mbak Titi Anggraini, yang menyatakan : tidak mungkin ini kesengajaan.
Pagi ini pun di iNews TV, Titi mengatakan hal yang sama. Dia bahkan berapi-api membela KPU dari kecurigaan ketidak-netralan KPU.
Titi membantah issu KEBERPIHAKAN KPU kepada salah satu paslon capres.

Katanya, karena ini pemilu dan pilpres bersamaan, tidak ada satupun pihak yang diuntungkan dengan masuknya WNA ke dalam DPT (menjadi pemilih).

Hai...Mbak, hallooo, apa kabar??!!
Apa alasannya membela habis-habisan tidak mungkin ini kesengajaan?!

Bukankah kami rakyat Indonesia yang waras dan berakal sehat juga berhak berpikir bahwa kalau sampai sebanyak itu WNA yang masuk dalam DPT justru TIDAK MUNGKIN SEKEDAR SALAH INPUT SEMATA?!
Dari mana anda bisa haqqul yaqin tidak ada pihak yang diuntungkan dengan masuknya NIK WNA ke dalam DPT?!

Konyolnya, di iNews TV pagi ini (saat saya menulis ini sedang tayang) bapak Dirjen Dukcapil Zuhdan Arif malah menganggap ada pihak yang SENGAJA MENGGORENG, menggunakan issu ASING dan ASENG untuk mendelegitimasi Pemilu dan Pilpres.

Menggoreng bagaimana maksudnya Pak Zuhdan?!
Apakah kami masyarakat, warga negara INDONESIA ASLI yang melek informasi tidak boleh memberitakan?!
Harus diam saja begitu?! Agar tidak ada masyarakat yang tahu?!

Pak Dirjen Dukcapil tadi sempat menyebut "hoax".
Waduh Pak, bangun dong, bangun!!
Ini FAKTA lho Pak!!!

KENYATAAN, DIAKUI OLEH KPU DAN BAWASLU DI BERBAGAI DAERAH YANG DPT NYA KEMASUKAN NIK WNA.
Bahkan akhirnya KPU dan BAWASLU meminta MASYARAKAT TURUT AKTIF MELAPORKAN JIKA ADA TEMUAN.

KPU pernah mengaku bahwa pihaknya TIDAK PERNAH MENDAPATKAN INFORMASI bahwa WNA ada yang memiliki E-KTP!
Nah lho!!
Apalagi, bentuk fisik eKTP WNA itu SAMA PERSIS dengan tampilan fisik eKTP WNI.
Bentuk, warna, ukuran, bahan/materialnya sama persis.
Begitu juga numerical/angka NIK nya.
Apakah ini bukan kesengajaan?

Dirjen Dukcapil pernah mengibaratkan eKTP bagi WNA itu ibaratnya green card kalau di USA atau permanent residence di negara lain.
Saya ingin tanya kepada yang tahu, apakah greencard warga asing sama persis bentuk fisiknya dengan ID card resmi milik warga negara Amerika Serikat?! Apakah kartu atau surat permanent residence milik warga asing sama dengan kartu identitas resmi warga negara Australia?!

Lalu kenapa eKTP untuk WNA desainnya dibuat sama persis dengan eKTP milik WNI?!

Meskipun ada tulisan "WNA" di kolom bawah dan nama negara asalnya, tetapi bukankah itu tulisan kecil sehingga harus benar-benar dibaca dengan cermat?!

Nah, serangkaian kejadian ini sejak awal mula, BENARKAH HANYA SALAH INPUT NIK saja?!

Kenapa di saat Pilkada serentak tahun lalu tidak terjadi NIK WNA masuk dalam DPT?!

Warga negara Indonesia berakal sehat, MARI KAWAL TPS, MARI JADI "SAKSI" BERJAMAAH MENCEGAH WNA IKUT MENCOBLOS. (dn)