Ada Menteri Jokowi dan Wapres JK yang Akui Kebocoran Negara yang Luar Biasa

EKONOMI- 11 Februari 2019 | 06:38:21 WIB | Dubaca : 120
Ada Menteri Jokowi  dan Wapres JK yang Akui Kebocoran Negara yang Luar Biasa

Pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang kebocoran anggaran negara telah menjadi polemik di tingkat elite politik.

Presiden Joko Widodo pun telah buka suara mengenai hal ini, dengan menantang agar tudingan ini langsung dilaporkan kepada pihak-pihak berwajib, selama ada bukti akurat.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla justru tak memungkiri, bahwa memang kerap terjadi kebocoran pada anggaran negara. Namun, persentasenya tak seperti yang disebut oleh Prabowo Subianto.

Namun, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut Prabowo berbohong soal kebocoran uang negara yang mencapai Rp 500 triliun.

Nah, menanggapi Luhut, Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno menyebut salah satu menteri Jokowi yang masih aktif dan telah menjabat lebih dari 4 tahun juga menyebutkan ada kebocoran uang negara yang luar biasa.

Anak buah Jokowi yang dimaksud Sandi adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menurutnya, Selain kebocoran uang negara dari perbedaan data ekspor-impor Indonesia dengan negara lain. Dia menduga ada banyak kegiatan ilegal, seperti penyelundupan.

"Mulai dari illegal logging, illegal fishing, Bu Susi bilang kebocoran luar biasa. Dengan ditenggelamkan kapal itu sudah alhamdulillah mengurangi, tapi masih terjadi," ujarnya usai menghadiri acara OK OCE di Hotel Lorin, Karanganyar, seperti dikutip dari Detikcom, Jumat (8/2/2019).

Sandi mengatakan Prabowo memiliki bukti-bukti yang kuat terkait ucapannya. Dia meminta perdebatan tidak difokuskan pada jumlah kebocorannya.

"Jadi kita jangan perdebatkan jumlahnya berapa, tapi kita yakin ada kebocoran," kata Sandi

Bukti dapat dilihat, antara lain dengan melihat penangkapan koruptor yang dilakukan KPK. Dia menyebut KPK mengungkap kebocoran dana yang mencapai triliunan rupiah per kasus.

"Bahkan KPK kalau mau setiap hari ada yang tertangkap dan kita lihat kasus-kasus yang ditangani KPK ada Rp 3 triliun, Rp 5 triliun. Jadi kalau kita lihat, setiap hari aja luar biasa potensi kebocorannya," katanya. (yd)