Warning: session_start(): open(/tmp/sess_f0c28dap4naev66lto35a3en02, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/beritanu/public_html/reportaseindonesia.com/media1.php on line 3
Jokowi Diberi Julukan Cak Jancuk oleh Pendukungnya di Jatim

Jokowi Diberi Julukan Cak Jancuk oleh Pendukungnya di Jatim

NASIONAL- 04 Februari 2019 | 06:17:39 WIB | Dubaca : 169
Jokowi Diberi Julukan Cak Jancuk oleh Pendukungnya di Jatim

Hanya di Indonesia, seorang Calon Presiden dalam masa kampanyenya diteriakin "jancuk" berkali-kali oleh pendukungnya sendiri. Itulah yang dialami Jokowi di Surabaya.

Jokowi mungkin tidak menduga kalau sepulang dari kampanyenya di Tugu Pahlawan, Surabaya, bakal membawa pulang "gelar" baru, yakni: Presiden Jancuk. Wah, maaf ya Presiden Jancukers Sudjiwo Tedjo, sampeyan mendadak dikudeta sepihak nih.

Awalnya Jokowi mendapatkan panggilan “Cak”. Sebuah panggilan akrab untuk orang yang lebih tua atau lebih dihormati bagi masyarakat Jawa Timur. Sambil diberi sebuah jaket denim warna biru terang, di bagian punggung tertulis "Cak Jokowi".

Oke, masih aman.

Karena panggilan Cak Jokowi dirasa kurang mantep, akhirnya pembawa acara memberi lagi ungkapan familiar bagi masyarakat Jawa Timur, yakni "jancuk".

"Kalau sudah Cak-nya, maka ndak komplet kalau tidak ada Jancuk-nya. Maka Jokowi adalah Jancuk. Apa itu Jancuk? Jantan, cakap ulet, dan komitmen, Saudara-saudara," kata pembaca acara.

Kalau kamu pikir itu sudah cukup gila, maka kamu perlu mendengar teriakan pendukung Jokowi yang terpancing oleh provokasi si pembaca acara, lalu mereka beramai-ramai berteriak, "Jokowi Jancuk, Jokowi Jancuk."

Ebuset muke gile. Ngatain presiden jancuk secara langsung, Jancuk.

Meski dikenal sebagai makian atau umpatan, kata ini memang sering kali muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama bagi orang-orang asli Jawa Timur dan sekitarnya. Oleh karena itu, sudah sejak lama kata ini tidak melulu berkonotasi negatif.

Pada praktik kesehariannya, penggunaan kata jancuk juga bisa diartikan kedekatan antara si penutur dengan lawan bicaranya. Bahkan kata ini pun bisa memiliki makna yang netral-netral aja seperti ungkapan, "Piye, Cuk, kabarmu?". (tw)


Warning: Unknown: open(/tmp/sess_f0c28dap4naev66lto35a3en02, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0