Alat Sistem Peringatan Dini Dipasang di Puncak Tebing Kampung Adat Sukabumi

TEKNOLOGI- 04 Januari 2019 | 06:06:51 WIB | Dubaca : 203
Alat Sistem Peringatan Dini Dipasang di Puncak Tebing Kampung Adat Sukabumi

Alat peringatan dini tanah longsor (early warning system/EWS) dipasang Satgas Terpadu di puncak tebing tempat terjadinya tanah longsor yang menimbun puluhan rumah di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Alat itu dipasang guna mengantisipasi terjadinya tanah longsor susulan ketika proses evakuasi.

"Alat itu sudah dipasang di puncak tebing tempat terjadinya longsor. EWS berfungsi sebagai sistem peringatan dini ketika ada pergerakan tanah," kata Komandan Korem (Danrem) 061 Suryakencana, Kolonel Inf M Hasan, dalam keterangannya, Kamis (3/1/2019).

EWS yang dipasang merupakan buatan lokal. Alat tersebut dapat mendeteksi dini pergerakan tanah hingga 20 cm.

"Untuk lebih jelasnya bagaimana alat itu bekerja, bisa ditanyakan ke BPBD Banjarnegara yang membawa alat tersebut," katanya.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo, menjelaskan EWS yang terpasang di puncak bukit yang terjadi longsoran berfungsi mendeteksi pergerakan tanah. Lampu dan sinyal suara akan menyala apabila akan terjadi tanah longsor.

"Sistem kerjanya, ketika ada pergerakan tanah 5 sentimeter, lampu akan menyala. Ketika ada pergerakan lagi 10 sentimeter, akan terdengar sirene yang terdengar hingga sejauh 1.000 meter. Kalau (pergerakan tanah) 15 sentimeter, sirene akan kembali berbunyi. Tanda bahaya atau sirene akan kembali berbunyi ketika ada pergeseran tanah sampai 20 sentimeter," kata Andri.

Selain itu, kata Andi, ketika sirene berbunyi untuk ketiga kalinya, seluruh warga dan relawan diharapkan melakukan evakuasi mandiri.

"Prediksi berdasarkan pengalaman kita, ketika sudah bergeser 20 sentimeter, artinya akan longsor, sirene ketiga kembali berbunyi memberi tanda peringatan," pungkasnya. (ut)