Menjaga Ulama Kita

GAYAHIDUP- 18 November 2022 | 10:21:03 WIB | Dubaca : 161
Menjaga Ulama Kita

Jaga Ulama. Kalimat ini sering dilihat dan didengar sebagai ungkapan rasa cinta dan sayang kepada Ulama.

Artinya apapun akan dilakukan untuk menjaga agar Ulama yg dicintai baik baik saja. Namun sayangnya tidak semua melaksanakannya seperti seharusnya.

Sebagai contoh, alhamdulillah IBHRS mendapat kebebasan walau hanya Bebas Bersyarat. Artinya, sewaktu waktu IBHRS dapat dibatalkan kebebasannya jika ada pelanggaran dari syarat syarat kebebasannya.

Maka kita sebagai orang yg sayang dan cinta kepada IBHRS, sudah seharusnya menjaga agar jangan sampai ada celah dan kesalahan yg dibuat buat mereka yang tidak suka dengan IBHRS membuat rekayasa untuk menyalahkan IBHRS.

Karena mudah saja untuk penguasa saat ini mencari cari kesalahan dan membuat rekayasa kasus yg bisa membahayakan Status Bebas Bersyarat IBHRS.

Seharusnya juga kita yang mencintai IBHRS mengikuti apa yg menjadi arahannya. Seperti halnya arahan terkait Pilpres.

Sudah sangat jelas IBHRS MENGATAKAN tidak memberikan pilihan ataupun dukungan untuk Capres manapun untuk saat ini, karena akan diumumkan pada saat Ijtima Ulama nanti.

Pernyataan ini sangat jelas.

Maka jika ada postingan ataupun foto foto yang kemudian disebarkan dan di narasikan seolah olah IBHRS sudah memberikan dukungan kepada Capres tertentu, ini adalah sebuah rekayasa dan tindakan mencatut nama IBHRS.

Dan tindakan ini sama saja dengan membahayakan status Bebas Bersyarat IBHRS.

Karena mereka yang tidak suka kepada IBHRS bisa dengan mudah mencari cari dan merekayasa kasus seperti sebelumnya.

Kita sudah lihat pada kasus sebelumnya pada Juli 2021, dimana IBHRS dituntut oleh JPU 6 tahun penjara dengan tuduhan Pelanggaran Prokes.

Sementara pada saat yg bersamaan banyak Pelanggaran Prokes terutama yang dilakukan oleh Pejabat maupun Selebritis tidak mendapatkan tuntutan hukum, bahkan bisa Bebas.

Artinya Hukum dan Kasus bisa dipermainkan untuk siapapun yang menjadi target utama, yang dianggap bertentangan dengan Rezim.

Dari hal tersebut harusnya kita bisa belajar dan mengerti, sebagai orang yang mencintai dan menghormatinya untuk dapat menjaga status Bebas Bersyarat IBHRS.

Jika pernyataan IBHRS jelas tidak mendukung Capres manapun untuk saat ini, maka sebaiknya jangan mencatut dan mengkaitkan IBHRS terhadap Capres manapun.

Hormati dan Jaga IBHRS. Bukan mencatut apalagi mengaku ngaku mendapat dukungan IBHRS. Karena itu sama saja dengan membahayakan status Bebas Bersyarat IBHRS. Jadi jika memang kita benar benar ingin jaga Ulama, maka buktikanlah. Pantang untuk makmum mendahului Imam. (tw)