Dirgahayu Korps Marinir Indonesia ke-77

KABAR HANKAM- 15 November 2022 | 10:37:24 WIB | Dubaca : 180
Dirgahayu Korps Marinir Indonesia ke-77

 Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Marinir diperingati setiap tanggal 15 November. Peringatan HUT Korps Marinir menjadi perayaan atas lahirnya satuan bersenjata angkatan laut Negara Republik Indonesia.

Korps Marinir Indonesia menjadi salah satu pasukan pertahanan Indonesia di wilayah perairan. Tahun ini, HUT ke-77 Korps Marinir diperingati pada Selasa (15/11/2022).

Lantas, bagaimana sejarah peringatan Korps Marinir di Indonesia?

Dilansir laman resmi Marinir, Korps Marinir TNI Angkatan Laut merupakan salah satu Komando Utama Operasi (Kotama Ops) TNI di bawah kendali Panglima TNI. Tugas Korps Marinir adalah untuk menyelenggarakan operasi dari laut ke darat, menjalankan operasi pertahanan pantai, dan pengamanan pulau terluar sesuai kebijakan Panglima TNI.

Semula Bernama Corps Mariniers

Koprs Marinir lahir pada 15 November 1945 di Tegal, Jawa Tengah. Awalnya, satuan ini dikenal dengan nama "Corps Mariniers" dengan komandan pertama yang bernama Mayor Laut Agus Subekti. Pasukan ini menjadi satuan yang ditakuti oleh Belanda saat perang kemerdekaan karena memiliki kekuatan yang besar dan persenjataan yang cukup lengkap.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor A/565/1948, nama "Corps Mariniers" berganti menjadi Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) pada 9 Oktober 1948.

Pada periode 1955-1959, KKO AL menghadapi berbagai situasi, seperti Trikora, Dwikora, dan G30S/PKI. Kekuatan KKO AL semakin besar dengan dibentuknya Pasukan Komando Armada I di Surabaya, Pasukan Komando Armada II di Jakarta, dan Pasukan Induk Komando di Surabaya.

KKO AL juga berperan penting dalam pendidikan militer. Hal ini terbukti dari adanya sekolah dan pelatihan sebagai berikut.

Pusat Latihan Pertempuran (PLP) di Purboyo (Malang Selatan)Pendidikan Menembak dan Sekolah Para di GunungsariSekolah Perang Khusus/Komando Hutan (Serangsus) di Baluran Banyuwangi dan Lampung.

Pada tahun 1975, Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) yang digunakan sejak 1950 kembali menjadi Korps Marinir sesuai dengan lahirnya pada tahun 1945. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Kasal No Skep/1831/XI/1975 tanggal 14 November 1875.

Pada lingkup nasional, Korps Marinir memiliki peran besar dalam meredam kerusuhan, salah satunya peristiwa 1998 di Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Korps Marinir memiliki markas resmi pada tahun 2005 di Jl. Prapatan Jakarta yang kemudian diubah menjadi Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun, Jakarta Pusat.

Baret Ungu Korps Marinir

Warna ungu dipakai oleh Korps Marinir ketika masih bernama KKO-AL. Awalnya berupa pita sebagai kode pengamanan untuk mengadakan operasi pendaratan di Padang, Sumatera Barat, dalam rangka Operasi 17 Agustus.

Warna ungu diilhami oleh bunga Bougenville, yang selalu gugur sebelum layu. Hal ini melambangkan pengabdian prajurit Korps Marinir selalu siap berkorban jiwa raga demi keutuhan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adapun baret warna ungu untuk pertama kalinya gunakan satuan Batalyon-1 KKO-AL dalam Operasi Alugoro di Aceh pada tahun 1961. Selanjutnya baret tersebut dilengkapi dengan emblem.

Semula, emblem Korps Marinir berbentuk segi lima warna merah dengan lambang topi baja Romawi dan dua pedang bersilang di tengah. Pemasangan emblem di baret terletak di samping kiri depan.

Pada 1962, bertepatan dengan HUT yang ke-17 KKO-AL, diadakan perubahan lambang emblem baret Keris Samudera dikelilingi oleh pita dengan tulisan "Jalesu Bhumyamca Jayamahe" dan terdapat tulisan "Korps Komando" di bawahnya.

Di antara tulisan Korps dengan Komando terdapat angka 1945 yang menandakan Korps Marinir lahir. Seluruh lambang dan tulisan emblem tersebut terbuat dari kuningan yang beralaskan warna merah segi lima.

Berlanjut ke tahun 1968, baret ungu kembali mengalami perubahan, yaitu dengan member garis pinggir "Kuning" dari segi lima merahnya.

Setelah berubah nama menjadi Korps Marinir pada 1976, Kepala Staf TNI Angkatan Laut mengeluarkan Surat Keputusan No. Skep/2084/X/1976 tanggal 20 Oktober 1976 tentang Perubahan Emblem Korps Marinir. Perubahan tersebut adalah dengan menambah Jangkar sebagai latar belakangnya, pita yang sebelumnya bertuliskan "Korps Komando" berubah menjadi "Korps Marinir".

Emblem tersebut dipasang pada baret dengan ketentuan bahwa tengah-tengah dasar emblem terletak tepat di atas ujung luar kening mata kiri. Sehingga Emblem tersebut secara resmi mulai dipakai tepat pada peringatan HUT ke-31 Korps Marinir tanggal 15 November 1975. (utw)