KPK Watch Tagih Janji Kapolri Bongkar Skandal JudiOnline Konsorsium 303 Sambo

LIPUTAN KHUSUS- 07 November 2022 | 12:14:39 WIB | Dubaca : 203
KPK Watch Tagih Janji Kapolri Bongkar Skandal JudiOnline Konsorsium 303 Sambo

KPK Watch meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memenuhi janjinya untuk mengusut tuntas skandal konsorsium 303 yang diduga erat kaitannya dengan bisnis ilegal seperti judi online.

Mereka berharap agar Kapolri berani mengungkap oknum-oknum polisi terlibat dalam konsorsium yang diketahui membekingi judi online dengan transaksi bernilai fantastis.

“Publik menunggu langkah yang akan dilakukan Bapak Kapolri yang terhormat untuk memenuhi janjinya dalam mengusut keterlibatan baik penerimaan transaksi aliran dana maupun peran dalam skandal Konsorsium 303,” ujar Direktur KPK Watch Yusuf Sahide dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu (21/9).

Perlu diketahui, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan adanya transaksi sebanyak 121 juta transaksi judi online. Dari jumlah tersebut, nilainya mencapai Rp155.459 triliun.

Yusuf mengatakan, apabila hal ini tetap dibiarkan berlarut-larut tanpa ada kepastian, maka citra Polri di mata masyarakat jadi taruhannya.

“Ini hingga ke puncuk pimpinannya harus ditindak tegas,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Kapolri sebelumnya berjanji akan mengusut tuntas perkara konsorsium 303 hingga ke puncak pimpinannya.

“Saya sudah minta usut sampai ke atas, begitu didapatkan nama, red notice atau cekal. Kemudian dari situ kita ungkap apakah ada anggota yang terlibat atau tidak,” kata Listyo, Rabu (7/9).

Isu Konsorsium 303 itu sendiri muncul di tengah ramainya pemberitaan terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang diduga diotaki oleh mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo yang saat ini sudah dipecat dari Polri disebut-sebut sebagai pemimpin konsorsium.

Isu itu mulanya ramai di media sosial dengan beredarnya sebuah diagram jaringan konsorsium 303. Selain ada nama-nama anggota Polri yang diduga terlibat, juga disebutkan sejumlah bisnis ilegal yang didukung oleh Konsorsium tersebut.

Beberapa di antaranya yakni judi online, bisnis tambang ilegal hingga minuman keras.

Kapolri Listyo mengatakan, pihaknya dalam kasus ini akan mengedepankan investigasi secara saintifik atau scientific crime investigation.

“Terkait adanya konsorsium atau tidak kan kita bicara scientific crime ya, tentunya saya berjalan dari pembuktian ya,” katanya.

Namun hingga saat ini, janji Kapolri belum juga terealisasi. (ut)