MenkoPolHukam Minta Kawal Terus Kasus Sambo dan PC Hingga Dihukum Maksimal

LIPUTAN KHUSUS- 03 Oktober 2022 | 12:46:46 WIB | Dubaca : 509
MenkoPolHukam Minta Kawal Terus Kasus Sambo dan PC Hingga Dihukum Maksimal

Persidangan Ferdy Sambo dan keempat tersangka lain yang terjerat kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nopriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, kini sudah di depan mata.

Hal ini dikonfirmasi Kejaksaan Agung (Kejagung), bahwa berkas kelima tersangka sudah rampung alias P-21 dan siap untuk disidangkan.

Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengimbau masyarakat agar tidak kendor mengawal kasus ini sampai akhir.

"Polri (telah bekerkja) secara simultan, bukan hanya menangani pidananya tapi juga memproses kode etiknya, sementara Kejagung meneliti secara cermat kelengkapan persyaratannya. Mari terus kita kawal agar bagus sampai akhir," ujar Mahfud.

"Alhamdulillah, Kejaksaan Agung telah menyatakan berkas perkara pembunuhan Brigadir Yoshua atau kasus Sambo sudah lengkap (P-21). Melibatkan 5 tersangka pembunuhan berencana dan 7 tersangka untuk obstruction of justice," kata Mahfud MD lagi.

Dirinya lantas memanjatkan syukur sekaligus mengapresiasi kinerja Polri dan Kejagung dalam kasus Ferdy Sambo.

Pasalnya, kasus ini mengalami banyak sekali drama dan intervensi banyak pihak dalam proses penyelidikan dan penyidikannya.

Dengan status P-21, akhirnya Ferdy Sambo dan semua pihak terlibat baik di dakwaan penghilangan nyawa orang maupun penghalangan penyidikan, akan segera diadili di meja hijau.

Jaksa Agung ST Burhanuddin di tempat lain mengkonfirmasi bahwa besar kemungkinan dua berkas digabung jadi satu dakwaan untuk perkara mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

Adapun Kejagung telah mempersiapkan seluruh instrumen hukum yang dibutuhkan di pengadilan nanti, salah satunya adalah jaksa yang berjumlah 30 orang.

Masih dari pernyataan Mahfud, baik Polri maupun Kejagung sama-sama telah bekerja keras, teliti, dan profesional dalam menangani kasus kendati halang rintang menghalau dari segala sisi.

"Kita apresiasi Polri dan Kejagung yang telah bekerja keras, tapi tetap teliti dan profesional," ucap dia, Kamis, 29 September 2022.

Mahfud lantas menguraikan, proses kelengkapan berkas perkara Sambo dkk termasuk yang tidak bertele-tele.

Hal itu lantaran berkas tidak kehabisan waktu, hanya karena bolak-balik revisi antara Kejagung dan Polri.

"Seperti saya bilang tidak bolak-balik dari Kejaksaan ke Polri. Hanya bolak (dikembalikan) sekali, langsung jadi," tutupnya.

Seperti diketahui, Sambo ditersangkakan bersama istrinya Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.

Kawal terus kasus Sambo dan PC Hingga dihukum maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jika perlu hukuman mati karena sudah melakukan pembunuhan berencana sesuai dengan pasal yang berlaku.

Jangan sampai kasus Kanjuruhan digunakan sebagai pengalihan isu terhadap kasus Sambo yang sebentar lagi akan bebas dari masa tahanan setelah 150 hari ditahan sementara. Kawal!!! (ut)