Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Sineas Muda Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja

TOKOH- 15 Mei 2022 | 20:36:11 WIB | Dubaca : 333
Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Sineas Muda Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ingin meningkatkan kemampuan para kreator muda agar semakin baik dalam membuat karya film pendek. Sandiaga melihat antusiasme para sineas muda terhadap Family Sunday Movie (FSM) sejak Februari 2022.

"Salut kepada sineas muda yang selalu semangat berkarya, menciptakan lapangan kerja melalui produksi film, dan menjadi bagian dari proses pemulihan ekonomi nasional yang terus kami upayakan," ungkap Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu, 14 Mei 2022.

Menghadapi tantangan menuju ekonomi baru setelah pandemi, Sandiaga terus berupaya agar para sineas muda daerah bisa naik kelas dengan membuat forum Mukidi (bertemu kita diskusi). Mukidi adalah sebuah paguyuban virtual atau tempat berkumpulnya para sineas muda yang mengikuti FSM agar bisa berbagi ilmu dan belajar bersama.

Dengan adanya forum Mukidi, Sandiaga berharap para sineas muda mampu menggali potensi unik setiap daerah dan mengangkatnya dalam sebuah karya film pendek yang berkualitas serta berdaya saing.

"Melalui sinema yang berkualitas dan memenuhi kaidah film pendek, ayo, gali akar nusantara dengan berkarya #DiIndonesiaAja," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengucapkan terima kasih kepada para sineas muda yang sudah meluangkan waktu dan berpartisipasi dalam acara Mukidi. Saat ini film-film yang sudah terdaftar dan lulus seleksi administrasi sedang memasuki tahap kurasi.

"Pantau terus akun media sosial dan website FSM untuk mengetahui siapa saja yang meraih gelar film terpilih periode Mei. Terus belajar dan jangan takut kalah, karena mahakarya akan selalu menemukan jalannya," ujar Sandiaga.

Salah satu kurator FSM Mohamad Ariansah juga berharap para sineas muda mampu membuat film pendek yang berkualitas. Ia mengajak para sineas muda berdiskusi tentang bagaimana cara membuat film pendek yang baik.

Diskusi dilakukan mulai dari mengembangkan ide atau gagasan menjadi adegan demi adegan. Bagaimana menampilkan bahasa film agar bisa mengikat emosional penonton turut dikupas.

"Kita bikin film itu ada yang ingin kita share, yaitu sebuah gagasan penting. Bahasa teknisnya itu premis, plot line, ide pokok, yang mana dari gagasan itu nantinya dikembangkan ke dalam cerita yang dibuat adegan per adegannya," jelas Mas Ale, sapaannya. (ut)