Hasil Kalkulasi KPBB Mencengangkan, Pertamax Turbo Seharusnya Rp. 5000 per Liternya

EKONOMI- 14 Januari 2022 | 10:47:51 WIB | Dubaca : 151
Hasil Kalkulasi KPBB Mencengangkan, Pertamax Turbo Seharusnya Rp. 5000 per Liternya

Pertamina selama ini yang menentukan harga BBM dengan persetujuan pemerintah, apa yang telah mereka lakukan selama ini kepada masyarakat dengan memberikan harga yang tinggi sangat merugikan rakyat.

"Kemudian di Indonesia HPP-nya Rp 7.387 per liter pada 27 November 2020, lalu pada 17 September 2021 Rp 9.840 per liter," lanjutnya. Jadi HPP BBM RON 98 di Indonesia sekitar tiga kali lipat lebih tinggi dari Malaysia untuk jenis produk dengan kualitas yang sama.

Menurut Puput, kondisinya jauh lebih tinggi lagi jika harga BBM RON 98 di Indonesia dibandingkan dengan Australia. "Kemudian di Australia itu tidak ada BBM RON 98, tapi adanya bensin untuk standar Euro 6 dengan HPP pada 17 September 2021 Rp 7.509 per liter," ungkapnya.

"Bayangkan, harganya lebih murah BBM untuk Euro 6 dibanding Pertamax Turbo untuk standar Euro 4," sambung Puput. Dengan perbandingan ini, Puput menilai isu harga BBM terkait inflasi ini tidak akan bermasalah. "Asal pemerintah atau Pertamina terbuka dan transparan. Sebab Malaysia dan Australia saja bisa transparan, kenapa kita tidak," ucap Puput.

Menurutnya, selama ini banyak dalih soal harga BBM Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan Malaysia. "Alasannya karena Indonesia negara kepulauan sehingga ongkos distribusi lebih mahal," paparnya. Dengan data, Puput membantahnya, alasannya karena biaya distribusi BBM ini bisa ditetapkan rata-ratanya untuk seluruh Indonesia.

"Biaya penetapan rata-rata distribusi BBM ini seperti masa orde baru. Jadi harga BBM di pasaran sudah termasukk biaya distribusi, dan itu tidak mahal," seru Puput lagi. Pria ramah ini mencontohkan, misalnya HPP BBM RON 98 menggunakan harga di Malaysia yaitu Rp 3.400 per liter. Lalu ambil saja ongkos distribusi rata-rata seluruh indonesia Rp 500 per liter.

"Biaya distribusi Rp 500 per liter itu sudah sangat tinggi karena kalau di rata-rata, di Jakarta masih di bawah Rp 500. Dengan itu maka kita baru mendapatkan HPP plus distribusi BBM RON 98 Rp 4.000 jika dibulatkan," lanjutnya.

Lalu Pertamina bisa saja menambah pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen, dikalikan pajak BBM 5 persen serta dikalikan lagi 10 persen untuk margin keuntungan. "Katakanlah ini jika bisa ditotal jadi 12,5 persen, maka kita akan mendapat BBM RON 98 standar Euro 4 sekelas Pertamax Turbo hanya dengan Rp 5.000 per liter," terang Puput. (tw)