Perantau Minangkabau Sedunia Tegaskan Tolak Islam Nusantara

MEGAPOLITAN- 04 Desember 2021 | 14:07:10 WIB | Dubaca : 298
Perantau Minangkabau Sedunia Tegaskan Tolak Islam Nusantara

Pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, kabupaten dan kota se-Sumbar terkait penolakan terhadap Islam Nusantara yang tidak dibutuhkan di Ranah Minang, mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat Minangkabau.

Pernyataan yang diterbitkan setelah para ulama se-Sumatera Barat rapat koordinasi daerah (rakorda) di Hotel Sofyan Rangkayo Basa Syari’ah Padang, Sabtu (21/7/2018) lalu, kali ini datang dari jutaan perantau Minangkabau yang berada di seluruh dunia.

Jutaan perantau Minangkabau yang mengatasnamakan Asosiasi Perantau Minang Sedunia mengeluarkan surat pernyataan yang berkolofon Kota Payakumbuh, Senin, 1 Agustus 2018 ini menyebutkan, Islam bagi kami hanya Islam bukan Islam Nusantara.

Surat pernyataan yang dibubuhi nama Dr. Wazri Abdullah Afifi, Ph.D, MBA, MICR. Ketua Perencana Asosiasi Perantau Minang Sedunia ini, merupakan respons terhadap rencana kedatangan Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan datang ke Sumbar untuk membicarakan terkait sikap MUI Sumbar terhadap Islam Nusantara. (Tapi belakangan, Din membatah tak ada agendanya ke Sumatera Barat dalam waktu dekat ini).

“Jangan paksa kami masyarakat Minang menggunakan istilah Islam Nusantara. Maka, kami sarankan kepada Bapak-bapak yang ingin datang ke-Sumbar agar menyiapkan mental yang kuat. Seluruh masyarakat Minangkabau baik perantau maupun yang tinggal di kampung halaman tetap kokoh di belakang pernyataan Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar yang tidak akan merubah istilah Islam,” kata Wazri Abdullah Afifi, dalam relisnya, Senin (1/8/2018).

Berikut diturunkan secara lengkap “Surat Pernyataan Jutaan Perantau Minangkabau di Seluruh Dunia,” yang bertarikh, Kota Payakumbuh, Senin, 1 Agustus 2018 dengan penyuntingan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Pernyataan Jutaan Perantau Minangkabau di Seluruh Dunia

Islam bagi kami hanya Islam bukan Islam Nusantara. (tw)