Jokowi Resmikan Sirkuit Mandalika Yang Disebut oleh Pakar PBB Hasil Dari Pelanggaran HAM

FOKUS PERISTIWA- 13 November 2021 | 23:49:29 WIB | Dubaca : 204
Jokowi Resmikan Sirkuit Mandalika Yang Disebut oleh Pakar PBB Hasil Dari Pelanggaran HAM

Joko Widodo meresmikan sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Jumat (12/11/2021).

Sirkuit Mandalika ini akan digunakan dalam perhelatan World Superbike (WSBK) Mandalika pada 19 November 2021 ini.

Namun, ada ironi di balik pembangunan proyek Mandalika tersebut.

Pembangunan kawasan sirkuit balap motor Grand Prix, hotel, dan lapangan golf disebut melanggar HAM oleh pakar HAM PBB (UN).

Pelapor Khusus PBB untuk Kemiskinan Ekstrim dan HAM, Olivier De Schutter pada April 2021 lalu menilai proyek senilai 3 miliar dollar AS itu melanggar HAM lantaran pembangunan kawasan tersebut dilakukan dengan cara menggusur dan merampas tanah masyarakat setempat.

Para petani dan nelayan terusir dari tanah mereka dan mengalami perusakan rumah, ladang, sumber air, situs budaya dan religi, karena pemerintah Indonesia dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mempersiapkan The Mandalika untuk menjadi "Bali Baru".

Berdasarkan laporan sumber yang dimiliki Olivier, masyarakat yang menjadi korban penggusuran juga belum menerima kompensasi dan ganti rugi sama sekali dari pemerintah saat itu.

“Sumber yang dapat dipercaya menemukan bahwa penduduk setempat menjadi sasaran ancaman dan intimidasi dan diusir secara paksa dari tanah mereka tanpa kompensasi.

Terlepas dari temuan ini, ITDC belum berupaya untuk membayar kompensasi atau menyelesaikan sengketa tanah," kata Olivier De Schutter seperti yang dikutip Kompas.com dari laman OHCHR, Selasa (06/4/2021).

Proses pembebasan lahan area Sirkuit Mandalika juga diwarnai penolakan oleh sejumlah warga, pada Minggu (13/9/2020).

Seperti diketahui, pembangunan Sirkuit MotoGP di Mandalika terkendala pembebasan lahan.

Menurut laporan timnya, warga menyebut pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) belum membayar tanah mereka yang masuk dalam rencana pembangunan sirkuit. (utw)