Fakta Uang Nasabah Raib, Masih Amankah Nabung di Bank?

EKONOMI- 15 September 2021 | 12:32:00 WIB | Dubaca : 198
Fakta Uang Nasabah Raib, Masih Amankah Nabung di Bank?

Fakta pada Mei Silam, Asrizal Ashaki kehilangan tabungan Rp128 juta di Bank Mandiri. Ia pun segera menghubungi call center bank dan meminta pemblokiran rekeningnya. Setelah melapor dan diselidiki, Bank Mandiri menyatakan bahwa uang senilai Rp128 juta dari rekening Asrizal dihabiskan melalui transaksi yang sah menurut pihak bank, sehingga Bank Mandiri tidak bertanggung jawab.

Merasa kecewa, Asriza menuding bahwa terdapat sindikat di balik hilangnya uang ratusan juta rupiah di rekeningnya.

"Saya lihat transaksi pertama transfer Rp50 juta, kemudian dalam hitungan menit habis. Ini saya anggap sindikat," tuding Asrizal.

Di Cianjur, 76 nasabah juga sempat kehilangan uang di bank BRI. Namun begitu, berdasarkan penyelidikan bank, puluhan nasabah itu terbukti merupakan korban skimming. Karenanya, BRI mengganti semua kehilangan para nasabah tersebut.

Yang baru-baru ini terjadi, masih di bank BUMN lainnya, seorang nasabah BNI kehilangan Rp45 miliar. Dalam kasus ini, penyidik Bareskrim Polri telah mengamankan sejumlah tersangka termasuk pegawai bank, dalam kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito.

Tak cuma satu nasabah, kasus ini juga membuat beberapa nasabah mengalami sejumlah kerugian, yang jika ditotal mencapai Rp110 miliar.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Klaten awal bulan ini juga sempat geger lantaran uang tabungan mereka di Bank Jateng raib.

"Saya dikabari teman rekening banyak kebobolan. Saat saya cek tidak bisa ambil, ternyata hilang Rp15 juta," tutur salah satu ASN, Purwoko, kepada wartawan.

"Sudah klaim, katanya ada jaminan mau ditukar. Ini uang gaji saya ya bingung juga, katanya yang hilang rata-rata uang gaji, saldo cuma sisa Rp4 juta," sambung Purwoko.

Pimpinan Bank Jateng Cabang Klaten pun mengkonfirmasi terdapat nasabah yang lapor kehilangan uang.

"Ada nasabah yang merasa kehilangan tabungan, merasa kurang. Kami cek, dan buat permohonan nanti kami tindak lanjuti," ucap Setya pada wartawan di kantornya.

"Nasabah tidak perlu khawatir sebab dana dijamin. Tadi ada lima nasabah dan semoga tidak tambah," imbuh Setya.

Masih Amankah Menabung di Bank?

Dengan banyaknya kasus kebobolan dan kehilangan uang tabungan di bank, tak heran jika banyak nasabah yang merasa was-was dan meragukan keamanan bank.

Menepis kekhawatiran tersebut, Ekonom Universitas Hasanuddin Makassar Abdul Madjid Sallatu memandang bahwa pengawasan dalam implementasi sistem perbankan sudah baik, termasuk pengaman dana (deposito) nasabah di setiap bank. Menurutnya, jika ada kasus nasabah yang kehilangan uang di bank merupakan kesalahan individu.

Madjid Sallatu membeberkan tiga faktor yang berperan dalam operasi sistem perbankan. Ketiga hal tersebut adalah manusia, teknologi, dan sistem tata kelola administrasi.

"Namun ada satu faktor yang paling krusial yaitu kapasitas dan keterampilan manusia yang terlibat dalam operasi sistem perbankan. Padahal semakin hari semakin ditingkatkan kemampuannya oleh semua bank," ujar Madjid.

"Dan saya melihat manusia dan pengaruh lingkungan kerja yang lebih dominan mempengaruhi kesalahan dan kelemahan dalam operasi sistem perbankan ini," lanjutnya.

Ia mengaku, kesalahan seperti ini bak puncak gunung es, di mana yang mencuat ke publik ini sudah skala besar.

Selain itu, ia mengatakan bahwa hilangnya uang deposit di bank juga bisa terjadi karena kelalaian nasabah sendiri.

"Tidak mustahil ada pula kesalahan dan kelemahan nasabah sendiri, terutama yang tidak cermat dalam melihat produk perbankan, deposito salah satunya, maupun dalam berhubungan dengan para bankers. Karena itu, setiap kasus muncul dipermukaan, sepatutnya ditelaah kasus demi kasus. Yang repot kalau sudah dikaitkan dengan masalah sosial dan politik masalahnya akan tambah runyam," sergah Madjid. (utw)