Pengakuan Bappenas soal Perekonomian Bikin Kaget, Amsyiong

EKONOMI- 03 September 2021 | 21:58:16 WIB | Dubaca : 179
Pengakuan Bappenas soal Perekonomian Bikin Kaget,  Amsyiong

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan kondisi perekonomian terkini. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014 rata-rata berada di bawah potensinya.

“Selama ini sasaran pertumbuhan ekonomi jangka menengah sulit tercapai karena ekonomi Indonesia tumbuh di bawah pertumbuhan potensialnya,” kata Kepala Bappenas Suharso saat Bincang Santai dengan Media di Jakarta, Kamis (2/9).

Suharso mengatakan rata-rata pertumbuhan ekonomi setelah krisis finansial Asia lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

"Dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan pada kisaran lima persen per tahun," kata dia. Suharso dalam paparannya membeberkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebelum krisis 1998 sebesar 7,1 persen per tahun.

Kemudian pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJMN) 2005-2009, rata-rata pertumbuhan sebesar 5,7 persen per tahun. Lalu pada RPJMN 2010-2014 sebanyak 5,8 persen per tahun dan pada RPJMN 2015-2019 turun menjadi 5,0 persen per tahun.

Suharso pun memperkirakan pasca-Covid-19 pertumbuhan ekonomi potensial berada di bawah 5 persen jika tidak ada upaya ekstra.

"Selain itu, kesenjangan pendapatan per kapita juga semakin melebar jika ekonomi tidak tumbuh tinggi," ungkap Suharso. Dia menuturkan pendapatan per kapita Indonesia juga berpotensi disalip FIlipina pada 2037 dan oleh Vietnam pada 2043.

Jadi yang tadinya Jokowi mengatakan bahwa ekonomi meroket itu bisa diartikan, utang Indonesia yang terus meroket tanpa memikirkan dampaknya. (tw)