Pemerintah Pusat Kibarkan Bendera Putih Soal Bansos, Gubernur Anies Bagikan BST ke 1,8 Juta Warga

EKONOMI- 19 Juli 2021 | 10:44:12 WIB | Dubaca : 151
Pemerintah Pusat Kibarkan Bendera Putih Soal Bansos, Gubernur Anies Bagikan BST ke 1,8 Juta Warga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya sudah menganggarkan Rp604 miliar untuk program bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

"Bantuan untuk masyarakat ada berbentuk bantuan sosial tunai itu sudah dianggarkan di DKI Jakarta Rp604 miliar," Penyaluran dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menggunakan alokasi dana di APBD. Pada skema ini, bansos tunai akan disalurkan melalui rekening Bank DKI sebesar Rp300 ribu per bulan.

Beliau menjelaskan, berdasarkan data Pemprov DKI, ada 1.844.833 orang yang masuk dalam daftar penerima BST. Sekitar 1 juta warga akan mendapatkan dari Pemprov DKI, sementara sekitar 837 ribu lainnya mendapatkan dari Pemerintah Pusat melalui Kemensos.

Pemprov DKI transfer akan dilakukan besok melalui rekening penerima, sehingga warga langsung bisa menerima di rekeningnya masing-masing. Lebih lanjut, nantinya bakal ada bantuan yang juga disalurkan oleh Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.

"Kami di Jakarta, Forkompinda ini kompak, menggunakan data yang sama, vaksinasi sama, target sama, bansos rujukan datanya sama, sehingga targetnya pun tidak beririsan.
Kita pastikan ini berjalan dengan baik, seluruh kegiatan akan berjalan termasuk pembagian beras mulai besok.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau PPKM Darurat hingga akhir Juli 2021. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menteri Muhadjir menjelaskan, dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi mengatakan keputusan perpanjangan PPKM Darurat ini akan banyak risiko. Salah satunya mengenai menyeimbangkan antara kedisiplinan protokol kesehatan dengan penyaluran bantuan sosial.

Untuk bantuan sosial, pemerintah tidak bisa menanggungnya sendiri selama PPKM Darurat ini. Oleh sebab itu diperlukan gotong-royong bersama masyarakat dan sejumlah instansi lainnya. "Bansos ini tidak mungkin ditanggung pemerintah sendiri sehingga gotong royong masyarakat diperlukan.

Gubernur Anies Baswedan berKolaborasi Berskala Besar adalah bentuk rasa saling peduli rasa saling membantu dan saling meringankan, bila kita bersama sama semua akan terselesaikan dengan rasa keadilan untuk memanusiakan manusia. (ut)