Daun Ini Bisa Lawan Covid-19, Dokter: Mampu Menghambat Replikasi Virus

HIBURAN- 02 Juli 2021 | 10:10:26 WIB | Dubaca : 186
Daun Ini Bisa Lawan Covid-19, Dokter: Mampu Menghambat Replikasi Virus

Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini melejit, bahkan ruang isolasi di RS rujukan yang ada di sejumlah daerah saat ini mulai penuh, seperti di Bogor, Depok dan Cianjur.

Namun, jangan khawatir, ada kabar baik dari penelitian terbaru Thailand membuktikan bahwa herbal asli Indonesia, ekstrak sambiloto, terbukti ampuh membantu melawan virus SARS CoV 2 atau Coronavirus Covid-19.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania mengatakan bahwa senyawa aktif dalam sambiloto seperti andrographolide bisa menghambat virus SARS CoV 2 memperbanyak diri atau bereplikasi di dalam tubuh.

"Andrographolide dapat berikatan dengan protein virus SARS coV 2 dan melalui serangkaian mekanisme, mampu menghambat replikasi virus SARS CoV 2 serta mengurangi peradangan," tulis dr. Inggrid, Rabu (30/6/2021).

Pemerintah Thailand melaksanakan uji klinik di beberapa rumah sakit, untuk membuktikan jika ekstrak sambiloto aman dikonsumsi oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala ringan.

Bahkan efektif memperbaiki kondisi pasien hanya dalam 3 hari intervensi ekstrak sambiloto dan tanpa efek samping.

"Jika sambiloto ini dikonsumsi oleh pasien dalam waktu 72 jam, setelah timbul gejala," jelas dr. Inggrid.

Hasilnya, kini pemerintah Thailand menyetujui penggunaan ekstrak sambiloto sebagai terapi komplementer atau pelengkap pada pasien Covid-19 di 5 rumah sakit Thailand.

"Karena bermanfaat menurunkan tingkat keparahan wabah dan memotong biaya pengobatan," imbuh dr. Inggrid.

Sementara itu penelitian ekstrak sambiloto juga dilakukan di Indonesia, yang disebut penelitian bio informatika dan in vitro membuktikan jika sambiloto memiliki khasiat sebagai antivirus terhadap SARS CoV 2.

"Sambiloto secara empirik sudah lama dipakai di banyak negara untuk meredakan gejala demam sakit tenggorokan batuk yang terjadi pada infeksi virus," pungkas dr. Inggrid. (ut)