Sejumlah Perusahaan Otobus akan Bangkrut dan Ratusan Karyawan Terancam PHK Imbas Larangan Mudik

OTOMOTIVE- 15 April 2021 | 11:02:23 WIB | Dubaca : 206
Sejumlah Perusahaan Otobus akan Bangkrut dan Ratusan Karyawan Terancam PHK Imbas Larangan Mudik

Sejumlah perusahaan otobus di Kudus, Jawa Tengah terancam bangkrut. Hal itu menyusul adanya larangan mudik lebaran Idul Fitri pada 6-17 Mei 2021 yang dikeluarkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Otomatis ratusan karyawan terancam kehilangan mata pencaharian atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab, perusahaan jasa angkutan umum tempat mereka bergantung tak mampu lagi beroperasi.

Untuk mencegah terjadinya persoalan itu, maka kebijakan pemerintah yang melarang mudik agar ditinjau kembali. Demikian diungkapkan Presiden Direktur Perusahaan Otobus (PO) Shantika, Suhartono, Senin (12/4/2021).

Menurutnya, pengusaha transportasi paling terkena dampak atas kebijakan larangan mudik. Pasalnya, lebaran tahun ini merupakan momentum yang ditunggu untuk mendapatkan untung guna menutup kerugian sepanjang masa pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari satu tahun ini.

“Lebaran tahun lalu dan selama masa pandemi, kami menghadapi tekanan hingga merugi. Kalau lebaran tahun ini kami tak bisa mengangkut penumpang mudik, jelas mengancam keberlangsungan usaha transportasi kami,” ujarnya.

Selama setahun terakhir, pihaknya dengan sekuat tenaga bertahan agar tidak melakukan PHK terhadap sekitar 700 kru bus, karyawan bengkel dan lainnya. Namun, jika pemerintah terus menerus membuat kebijakan yang tidak berpihak pada pengusaha transportasi, maka PHK bisa benar- benar terjadi.


Pemerintah juga harus memikirkan nasib para pelaku usaha kecil di terminal bus, atau tempat transit seperti warung, pedagang asongan, toko oleh-oleh, penjaga loket, tukang parkir dan lainnya, yang terkena dampak larangan mudik.

“Sekali lagi kami mohon cabut Permenhub soal kebijakan larangan mudik. Jika tidak PHK massal akan terjadi,” tegas pemilik PO Shantika dengan hampir 100 armada bus yang sebagian besar memiliki trayek Jakarta- Kudus dan sekitar. (ut)