Sambut Hari Air Sedunia, Anies Tanam Pohon Loa di Bantaran Sungai Ciliwung

GAYAHIDUP- 22 Maret 2021 | 20:28:49 WIB | Dubaca : 232
Sambut Hari Air Sedunia, Anies Tanam Pohon Loa di Bantaran Sungai Ciliwung

Merayakan Hari Air Sedunia bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta, Ciliwung Institute dan warga dengan menanam Pohon Loa di bantaran Kali Ciliwung, Taman Maju Bersama (TMB) Gintung, Pangkalan Pakis Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kami memilih menanam pohon Loa di bantaran sungai karena memiliki akar yang dapat mengikat tanah sehingga ekosistem sungai dapat terjaga dan terhindar dari erosi.

Kini akibat perubahan alam yang luar biasa ditambah dengan kerusakan alam membuat manusia harus secara serius mencari cara untuk beradaptasi dengan alam. Saat bicara naturalisasi, maka bagaimana kita hidup bersama dengan siklus alam, contohnya sungai yang memiliki pasang dan surut, sehingga kita harus membangun dengan mengikuti siklus tersebut.

Contoh TMB Gintung ini, merupakan taman di tepian Kali Ciliwung lengkap dengan keberagaman hayati yang dibangun berkolaborasi dengan warga dan komunitas. TMB ini berfungsi sebagai “pangkalan” air di mana saat musim penghujan sebagian besar areanya akan terendam dan membuat aliran sungai terkontrol. Sedangkan saat kemarau akan surut dan dapat dimanfaatkan warga dari mulai berkebun hingga melakukan kegiatan alam.

Kami ingin kolaborasi seperti ini dikembangkan sehingga lebih banyak lagi, inisiatif dari warga untuk melestarikan alam yang didukung pemerintah dan pemerintah hadir untuk memastikan bahwa alam terjaga dengan baik.

Keberadaan TMB Gintung ini juga sebagai bagian dari upaya merawat tradisi warga Jakarta yang telah lama bersahabat dengan Kali Ciliwung, di mana konsep pasang dan surut sungai sudah dikenal sejak kota Jakarta terbentuk.

Jadi tempat seperti ini di sepanjang Kali Ciliwung memiliki sejarah amat panjang dan di sini ada kebijaksanaan lintas generasi yang harus dikembangkan. Bila di Jakarta kita bisa bangun ini, maka akan jadi contoh bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia. (ut)