Jimly Asshiddiqie: Laporkan Jokowi itu ke DPR, MK, dan MPR, Jangan ke Bareskrim!

TOKOH- 01 Maret 2021 | 16:09:49 WIB | Dubaca : 251
Jimly Asshiddiqie: Laporkan Jokowi itu ke DPR, MK, dan MPR, Jangan ke Bareskrim!

Sebagai pakar hukum tata negara, Prof. Jimly Asshiddiqie mengatakan jika menemukan sesuatu yang dianggap salah atau kesalahan dari seorang presiden, maka seharusnya presiden itu dilaporkan ke DPR, MPR, atau MK, bukan ke polisi. Jimly mengatakan ini setelah melihat upaya sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam (GPI) yang melaporkan kasus kerumunan di Maumere yang melibatkan Jokowi ke Bareskrim Polri atas dugaan melanggar PSBB, Jumat (26/2). Seperti yang diduga sebelumnya, laporan itu ditolak.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, mengatakan, ormas itu tidak cermat membaca aturan dan undang-undang. Seorang Presiden seharusnya dilaporkan bukan ke Bareskrim bila menemukan adanya pelanggaran.

"Sedih juga dengan adanya kasus orang melaporkan dugaan tindak pidana yang dilakukan Presiden Jokowi ke Bareskrim Polri. Presiden itu kepala negara dan kepala pemerintahan. Kalau dia langgar hukum sudah ada aturannya di Undang-undang 45, yaitu diproses di DPR, ke MK dan MPR, bukan ke Polri via peradilan biasa," kata Jimly lewat akun twitternya @JimlyAS, Minggu (28/2).

Beberapa waktu lalu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya bukan menolak laporan GPI tersebut. Namun, kegiatan Presiden Jokowi yang berujung kerumunan tak memenuhi unsur pidana.

"Sebenarnya bukan menolak laporan. Bareskrim Polri menyimpulkan tidak ada pelanggaran pidana dalam kerumunan Jokowi. Sehingga laporan polisi tidak diterbitkan untuk PP GPI," kata Rusdi lewat keterangannya, Minggu (28/2).

Sebelumnya, GPI mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Presiden Jokowi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ferry mengatakan, laporan mereka telah disampaikan ke SPKT. Namun, petugas tidak memberi penegasan apakah laporan tersebut diterima atau tidak.

"Intinya tadi kita sudah masuk ke dalam dan ini laporan masuk tapi tidak ketegasan di situ. Jadi intinya bukti kita dikembalikan hanya ada pernyataan bahwasanya ini untuk diajukan secara resmi kembali," kata Ferry di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/2). (tw)