Gerakan Nasional Wakaf Uang Buktikan Kontribusi Umat Islam Bantu Negara

GAYAHIDUP- 26 Januari 2021 | 11:36:32 WIB | Dubaca : 198
Gerakan Nasional Wakaf Uang Buktikan Kontribusi Umat Islam Bantu Negara

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mendukung peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang oleh Presiden Jokowi pada hari ini. Menurutnya, hal ini menjadi bukti pengakuan pemerintah atas potensi kontribusi materiel nyata dari umat Islam dalam membantu pembiayaan negara, di tengah turunnya penerimaan pajak akibat COVID-19.

Melalui bantuan dan kontribusi ini, HNW mengimbau agar pemerintah dapat berlaku adil terhadap umat Islam.

Wapres juga menyampaikan pentingnya peran ulama, ustaz, mubaligh, dan kiai untuk mensosialisasikan wakaf uang kepada umat. Hal ini tentu dapat bisa mendorong Indonesia menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di 2024.

"Kembali terbukti potensi umat untuk membantu keuangan/pembangunan bangsa, karenanya kalau pun tidak diterimakasihi, janganlah dizalimi, jangan diberlakukan secara tidak adil, misalnya dengan tuduhan/framing intoleran, radikalisme dan ekstremisme," ujar HNW dalam keterangannya, Senin (25/1/2021).

HNW menjelaskan kontribusi materiel umat Islam pada dasarnya telah ada, bahkan sejak awal berdirinya Republik Indonesia. Salah satunya tercatat dalam sejarah perjuangan Sultan Mataram, Sultan Pontianak dan Sultan Siak yang menghibahkan uangnya kepada NKRI. Adapun hibah ini juga melengkapi kedaulatan kawasan yang juga diserahkan untuk bergabung dengan NKRI.

Lebih lanjut ia mengatakan tindakan serupa juga ditunjukkan oleh masyarakat Aceh. Kontribusi tersebut diwujudkan saat mereka merelakan emas dan perhiasan untuk disumbangkan ke negara untuk dapat membeli pesawat udara.

Soal wakaf uang, HNW menyebutkan berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, potensi wakaf uang mencapai Rp 180 triliun, namun selama ini realisasinya baru di angka Rp 255 miliar. Meskipun demikian, di tahun 2020 saat pandemi, pemerintah justru berhasil memperoleh Rp 65,7 miliar dari hanya dua kali penerbitan Cash Waqaf Linked Sukuk.

HNW menyampaikan jika pembelian sukuk didominasi perbankan yang mencari portofolio aman, dalam kasus sukuk wakaf uang, 95% pembelinya adalah individu. Hal ini menandakan di tengah kondisi sulit, umat Islam masih dapat berkontribusi untuk negara.

Anggota DPR-RI Komisi VIII ini menilai selain wakaf uang, pemerintah juga menerima kontribusi dana umat dalam bentuk zakat dan dana haji. HNW menyebut perolehan zakat nasional terus meningkat hingga mencapai Rp 10 triliun di 2020. Adapun dana tersebut digunakan untuk membantu negara menyelesaikan masalah sosial-ekonomi di Indonesia.

Sementara itu di tahun 2020, dana kelolaan haji mencapai Rp 135 triliun, dan sebanyak Rp 49 triliun ditempatkan pada sukuk. Dana tersebut umumnya digunakan untuk tujuan pembangunan yang diprogramkan oleh pemerintah.

"Umat Islam secara konsisten terlibat berkontribusi positif dalam pembangunan dan penjagaan NKRI. Bahkan, pemerintah juga minta tolong ke lembaga keumatan seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah untuk meyakinkan masyarakat soal vaksinasi. Sewajarnya lah bila potensi dan kontribusi umat Islam untuk Indonesia disikapi oleh pemerintah dengan yang seadil-adilnya. Agar program-program yang diluncurkan seperti Wakaf Uang, Wakaf Barang hingga Zakat dapat sukses dan berdampak positif bagi keuangan negara dan pembangunan bangsa," tegasnya. (utw)