Bos Tesla Elon Musk Mau ke Indonesia, Ingin Kuasai kendaraan Listrik dari Hulu ke Hilir

OTOMOTIVE- 22 Januari 2021 | 06:32:32 WIB | Dubaca : 201
Bos Tesla Elon Musk Mau ke Indonesia, Ingin Kuasai kendaraan Listrik dari Hulu ke Hilir

Bos Tesla Inc. Elon Musk pada akhir tahun lalu disebut-sebut akan berkunjung ke Indonesia pada bulan pertama 2021. Saat ini Januari 2021 tersisa 11 hari.

Kabar kedatangan Elon Musk pun menjadi stimulus positif bagi sejumlah saham pertambangan. PT Timah Tbk. (TINS), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), dan juga PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. (ANTM) melaju kencang dalam sebulan terakhir, sebelum akhirnya dalam dua kali perdagangan kemarin tersungkur.

Keinginan Bos Tesla ke Tanah Air itu seiring dengan ambisi Indonesia memiliki industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Cita-cita itu bukan tanpa alasan, karena negara ini adalah salah satu pemilik cadangan Nikel terbesar di dunia.

Nikel sangat dibutuhkan industri baterai kendaraan listrik karena kontribusinya mencapai 40 persen dari harga KBLBB. Indonesia pun telah masuk radar industri kendaraan listrik global.

Janji ke Indonesia Januari 202

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi mengungkapkan bahwa produsen mobil listrik asal Amerika Serikat yaitu Tesla akan berkunjung ke Indonesia pada Januari 2021. "Tesla juga telah menyatakan minat yang kuat dan mereka akan lakukan kunjungan di Januari 2021," katanya dalam acara Public Launching KBLBB, Kamis (17/12/2020).

Menperin siap "jualan" Indonesia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan kunjungan tersebut guna menguatkan kemauan Tesla untuk berinvestasi di dalam negeri.
"Tesla akan mengirim timnya awal Januari 2021 ke Indonesia. Kami akan berupaya sedemikian rupa agar Tesla bisa melakukan investasinya di Indonesia," ujarnya dalam Konferensi Pers Akhir 2020, Senin (28/12/2020).

Indonesia punya kompetitor dalam menjaring investasi Tesla

Kendati memiliki cadangan Nikel yang besar, peluang Indonesia untuk mendapatkan kucuran investasi Tesla bukan perkara mudah. Ada Thailand dan India yang jauh-jauh hari telah bermanuver mendekati perusahaan kendaraan listrik terbesar di dunia itu.

Hyundai, Toyota, dan LG tanam modal

Hyundai Motor telah meralisasikan investasi sebesar US$1,55 miliar atau sekitar Rp21 triliun. LG Energy Solution Ltd bekerja sama dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan merealisasikan investasi sebesar US$9,8 miliar, atau sekitar Rp 142 triliun.

Sementara itu penguasa pasar mobil di Indonesia, Toyota telah membenamkan US$2 miliar atau setara Rp28,28 untuk pengembangan produk kendaraan listrik hingga 5 tahun ke depan. (utw)