Gubernur DKI Jakarta Anies Ungkap Alasan Tak Undang Influencer Saat Peluncuran Vaksin Covid-19

NASIONAL- 16 Januari 2021 | 10:32:34 WIB | Dubaca : 183
Gubernur DKI Jakarta Anies Ungkap Alasan Tak Undang Influencer Saat Peluncuran Vaksin Covid-19

Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Jumat, 15 januari 2021, melakukan pencanangan kegiatan vaksinasi covid-19 di Balai Kota.

Kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat publik serta pakar kesehatan dan tokoh organisasi keagamaan untuk menyosialisasikan vaksin covid-19 secara luas.

"Unsur itu lah yang kami undang pada hari ini," ujar Anies ketika ditanya oleh awak media mengapa tak ada influencer yang diundang dalam pemberian vaksin tersebut.

Dalam siaran langsung peluncuran vaksin Covid-19 yang ditayangkan akun YouTube Pemperintah DKI Jakarta, terlihat sejumlah tokoh dan pejabat diundang, seperti Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ferry Rahman, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Syamsul Ma’arif, Wakil Kejaksaan Tinggi DKI Supardi, Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Herwin Budi Saputra, serta Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus ikut Divaksin di Balai Kota hari ini.

Namun, tidak nampak sosok influencer media sosial maupun selebritas dalam kegiatan ini. Hal itu berbeda dengan Istana yang mengundang sosok selebritis Raffi Ahmad untuk mendapat jatah awal vaksinasi covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun membeberkan alasan mengapa dirinya tidak mengundang sosok selebritas dalam kegiatan tersebut.

"Tadi sudah saya sampaikan bahwa berdasarkan hasil survei siapa yang dipercayai informasinya tentang covid-19. Mereka adalah pakar kesehatan, pejabat publik, dan tokoh agama. Semuanya saya undang ke sini dan hadir di sini," kata Anies di Balai Kota, Jumat (15/1).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Supardi meminta masyarakat tidak memercayai informasi mengenai covid-19 yang datangnya tidak dari kalangan yang terpercaya seperti pemerintah dan pakar kesehatan.

Masyarakat pun diminta tidak ragu mendapatkan vaksin covid-19 karena ini salah satu langkah pencegahan untuk memutus mata rantai dan menghentikan wabah.

"Jangan ragu. Saya baik-baik saja. Sudah 30 menit berselang saya baik. Katanya akan pegal, tapi saya nggak pegal. Jadi selama kondisi kita memenuhi persyaratan untuk divaksin, ketika kita mendapat kesempatan itu maka ambil saja," jelasnya. (utw)