Jokowi Ungkap Jateng Sumbang Tingkat Kematian Covid-19 Tertinggi Nasional, Piye Den Ganjar?

FOKUS PERISTIWA- 17 September 2020 | 06:37:04 WIB | Dubaca : 172
Jokowi Ungkap Jateng Sumbang Tingkat Kematian Covid-19 Tertinggi Nasional, Piye Den Ganjar?

Joko Widodo (Jokowi) mengungkap empat provinsi menjadi penyumbang tingkat persentase kematian tertinggi akibat virus Corona (Covid-19).

"Kalau kita melihat lebih detail, tingkat kematian tinggi itu disebabkan empat provinsi yang tingkat kematiannya di atas enam persen, yaitu di provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas soal. "Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi", Senin (14/9/20) kemarin.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari laman daring penanganan Covid-19 per provinsi per Senin (14/9/20), Jateng diketahui menjadi wilayah dengan persentase kasus kumulatif kematian pasien terinfeksi virus Corona (Covid-19) tertinggi di Indonesia.

Per data Senin (14/9/20), terjadi penambahan sebanyak 14 kasus kematian dalam 24 jam, sehingga menyumbang kumulatif kasus kematian menjadi 1.677 kasus.

Bila menghitung persentase kematian berdasarkan perhitungan badan kesehatan dunia (WHO), maka persentase kasus kematian di Jateng menjadi persentase tertinggi di Tanah Air yakni mencapai angka 9,24 persen.

Itu dihitung dari angka kasus kematian per kasus konfirmasi positif total di Jateng yang berjumlah 18.136, kemudian dikali 100.

Kemudian, di tempat kedua untuk persentase kumulatif kematian Covid-19 tertinggi nasional adalah Jatim. Jatim sendiri diketahui menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi akibat Covid-19 secara nasional yakni 2.800 kasus. Namun, bila mengikuti perhitungan WHO dengan total kasus keseluruhan positif Covid-19 berjumlah 38.431, maka persentase kumulatif kasus kematian berjumlah 7,28 persen.

Selanjutnya adalah Bengkulu, kasus kematian sebanyak 30 kasus dari total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 467 kasus, atau memiliki persentase kasus kematian sebesar 6,42 persen.

Lalu untuk, Sumatera Selatan tercatat kasus kematian sebanyak 305 kasus dengan total kasus positif Covid-19 sebanyak 5.078 sehingga persentase kumulatif kematiannya adalah 6,0 persen.

Keempat Provinsi tersebut memiliki jumlah persentase kematian akibat Covid-19, yang masih lebih tinggi dari rata-rata kematian global yang berjumlah 3,18 persen.

Sedangkan saat ini, rata-rata persentase kematian di Indonesia juga melebihi standar global, dengan persentase sebesar 4,0 persen. Jumlah itu dihitung dari kasus kematian total berjumlah 8.841 kasus, dari total keseluruhan kasus yang berjumlah 221.523 kasus positif Covid-19.

Kemudian ada pula provinsi lain yang menjadi penyumbang kasus kematian tertinggi di Indonesia, yakni Kalimantan Selatan dengan 389 kasus, dan Sulawesi Selatan dengan 383 kasus fatal.

Terkait status merah Jateng tersebut, Ganjar juga diminta oleh Luhut Binsar Panjaitan untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan, khususnya di Kota Semarang. Ia bahkan meminta TNI/Polri membantu agar kasus di Kota Semarang cepat melandai.

Seperti diketahui, Jokowi secara khusus meminta Luhut agar mengawal 9 provinsi dengan kasus terparah, termasuk Jawa Tengah, agar angka kasusnya menurun dalam 14 hari ke depan.

"Sesuai arahan Presiden, saya minta dalam waktu dua minggu ini, sudah ada hasilnya. Lakukan pengetatan, patroli rutin dan pembatasan kerumunan. Kalau perlu, kerumunan dibatasi maksimal lima orang," pinta Luhut kepada Ganjar.

Yang jadi pertanyaan, posisi LBP ini apa dalam kasus penanganan covid-19, memang menteri segala bidang? Dan apa saja yang sudah dilakukan oleh Gubernur Jateng dalam menangani kasus Covid, piye Den Ganjar? (tw)