Din Syamsudin Kecam Peristiwa Penusukan Syeikh Ali Jaber

LIPUTAN KHUSUS- 14 September 2020 | 07:58:37 WIB | Dubaca : 182
Din Syamsudin Kecam Peristiwa Penusukan Syeikh Ali Jaber

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Dr Din Syamsuddin mengecam peristiwa penusukan atas Syeikh Ali Jaber di tengah pengajian di Masjid Fallahuddin, Lampung, Minggu (13/9).

"Saya sangat kaget dan mengecam.Tindakan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap ulama, dan kejahatan berencana terhadap agama dan keberagamaan," ujar Din.

Dia mendesak Kepolisian RI untuk mengusut secara tuntas, dan menyingkap pelaku dan siapa yang berada di belakangnya.

"Kepada Polri agar bersungguh-sungguh memroses secara hukum dan menyeret pelaku ke meja pengadilan dengan tuntutan hukum maksimal," imbuh Din.

Din Syamsudin juga meminta kepada Polri agar tidak mudah menerima pengakuan dan kesimpulan bahwa pelakunya adalah orang gila, sebagaimana pernah terjadi pada masa lalu yag sampai sekarang tidak ada kejelasan.

"Kami meminta kepada Polri untuk menjamin keamanan para tokoh agama, khususnya ulama dan dai, serta mengusut gerakan ekstrimis yg anti agama dan hal yang bersifat keagamaan," tegas Din Syamsuddin.

Din Syamsudin meminta umat Islam agar tenang dan dapat menahan diri serta tidak terhasut oleh upaya adu domba.

Jangan sampai Polisi memutuskan bahwa setiap pelaku yang melakukan perbuatan jahat terhadap ulama, dinyatakan gila.

"Penyidik kepolisian tidak berwenang untuk melepaskan pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Hal ini karena melepaskan pelaku karena diduga mengalami gangguan jiwa bukan merupakan alasan dilakukannya penghentian penyidikan sehingga penyidik melepaskan pelaku."

Kalaupun terbukti sakit jiwa, bukan dilepas!
"Pasal 44 ayat (2) KUHP berbunyi:

"Jika nyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal, maka dapatlah hakim memerintahkan memasukkan dia ke rumah sakit jiwa selama-lamanya satu tahun untuk diperiksa".

Selama ini pelaku penusukan pemuka agama selalu dilepas karena gila. Sudahi!. (ut)