PDIP Absen di 14 Daerah pada Pilkada 2020, Semoga Rakyat Bisa Terbebas dari PKI

FOKUS PERISTIWA- 12 September 2020 | 03:40:15 WIB | Dubaca : 195
PDIP Absen di 14 Daerah pada Pilkada 2020, Semoga Rakyat Bisa Terbebas dari PKI

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai politik pemenang pemilihan umum (Pemilu) 2019 rupanya tercatat absen mengusung pencalonan pemilihan kepala daerah (Pilkada 2020) di 14 daerah.

PDIP mengusung delapan pasangan calon (paslon) pemilihan gubernur (pilgub), 214 paslon pemilihan bupati (pilbup), dan 34 paslon pemilihan wali kota (pilwakot).

Sementara, pilkada serentak 2020 digelar di sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Data ini hasil penelusuran Republika.co.id berdasarkan data laporan tahap pendaftaran pencalonan yang memuat daftar partai politik pengusung melalui situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) infopemilu.kpu.go.id per Rabu (9/9).

PDIP tidak mengusung bakal paslon Pilgub Sumatera Barat. PDIP juga absen mengusung bakal paslon Pilwalkot Kota Bukittinggi, Kota Sungai Penuh, dan Kota Cilegon.

Selain absen di Pilgub Sumatra Barat, PDIP tidak pula mengusung paslon di sejumlah kabupaten di Sumatra Barat yakni Pilbup Agam, Lima Puluh Kota, dan Solok Selatan.

Kemudian PDIP tidak tercantum sebagai partai pengusung paslon di Pilbup Poso (Sulawesi Tengah), Maros (Sulawesi Selatan), Bone Bolango, Pahuwato (Gorontalo), Pegunungan Bintang (Papua), Raja Ampat (Papua), dan Yahukimo (Papua).

Sementara, Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai peraih perolehan suara nasional terbanyak ketiga pada Pemilu 2019, mengalahkan PDIP dalam hal jumlah dukungan di Pilkada 2020. Data KPU menunjukkan, Golkar telah tercatat sebagai partai pengusung di sembilan provinsi, 219 kabupaten, dan 36 kota.

Golkar absen dalam pilbup di Kabupaten Boyolali (Jawa Tengah), Sumenep (Jawa Timur), Sabu Raijua (Nusa Tenggara Timur), Yalimo (Papua). Golkar juga tidak mengusung bakal paslon pilwalkot di Kota Surakarta (Jawa Tengah).

Dalam infopemilu, Pilwalkot Kota Surakarta hanya diikuti paslon perseorangan dan paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang disebut hanya diusung PDIP. Sementara Partai Golkar telah menyerahkan dukungan secara resmi ke pasangan Gibran dan Teguh di DPP Partai Golkar pada 12 Agustus lalu.

"Pada pertemuan ini Partai Golkar menyerahkan surat dukungan kepada Mas Gibran dan Mas Teguh untuk maju di Pilkada Solo," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (9/9).

Airlangga mengatakan, dukungan tersebut merupakan simbol kerja sama antara PDIP dan Golkar. Menko Perekonomian tersebut mengutip pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengatakan, bahwa kerja sama PDIP dan Golkar di daerah terbanyak pada Pilkada 2020 kali ini.

Semoga Pilkada tahun ini, rakyat bisa Terbebas dari campur tangan PKI melalui PDIP. (tw)