Pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi Bali yang Baru Telah Dilantik

OLAH RAGA- 24 Agustus 2020 | 09:33:41 WIB | Dubaca : 250
Pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi Bali yang Baru Telah Dilantik

Meski di tengah pandemi Covid-19, gerbong kepengurusan Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Bali masa bhakti 2020-2024 dibawah kepemimpinan Ketua TI Provinsi Bali Dr. Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranata, M.Sc., PhD, Minggu sore (23/8) akhirnya resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.Tamrin Marzuki secara virtual di Gedung Serbaguna IGP. Dwinda Mako Pangkalan TNI AL Denpasar Bali.

Hadir saat prosesi pelantikan yang digelar dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Social distancing dan Physical distancing) yang ketat, selain jajaran pengurus dan atlet TI Bali serta Pengda TI Kabupaten/Kota Se-Bali, juga hadir diantaranya, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali I Ketut Suwandi; perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Provinsi Bali, dan Komandan Lanal Denpasar Bali Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara S.E., beserta jajaran.

Usai pelantikan, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi kepada awak media, menyampaikan, KONI Bali selaku induk organisasi olahraga di Provinsi Bali, mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada jajaran pengurus TI yang baru saja dilantik di tingkat Provinsi dibawah kepemimpinan AA Putu Agung Suryawan Wiranata.

Saatnya Taekwondo Bali Gaspol dan Raih Prestasi lebih baik

Saya ingin menekankan, kita sudah menyatakan hari ini bersedia untuk menjadi pengurus, kita harus start, dan tidak boleh ada kata-kata kita baru dan sebagainya. Kalau anak muda bilang "gaspol".

Selain itu, dengan dilantiknya kepengurusan TI Bali yang baru, Suwandi juga berharap agar kedepannya, TI Bali bisa memberikan dan mampu berkompetisi dengan cabang olahraga (cabor) untuk menjadi cabor terbaik.

"Karena prestasi menunggu kita bersama. Lupakan dan jangan pikir permasalahan-permasalahan yang telah lewat. Buang energi dan tidak ada gunanya. Yang kita cari dan capai adalah bagaimana kita menggapai prestasi taekwondo Indonesia. Kita harus berkompetisi di Provinsi Bali untuk memberikan yang terbaik diantara cabor-cabor. Kita punya 14-15 cabor unggulan. Bagaimana mengembalikan kondisi taekwondo yang sekarang ini sedang terpuruk," pintanya.

Bahkan untuk gerak cepat alias “gaspol”, Suwandi menawarkan dua opsi bagi kepengurusan TI Bali yang baru.

"Kita punya dua pilihan. Diam atau tetap jalan ditengah pandemic Covid-19. Kalau kita takut dengan segala kondisi yang ada, berarti kita diam. Tetapi apa yang bisa kita lakukan yang terbaik hari ini dalam suasa bencana, walaupun hasilnya tidak maksimal kita harus terus menjaga stamina, meningkatkan teknik latihan, melakukan koordinasi kepelatihan, pelatih harus melakukan pengawasan, kalau ingin mendapatkan hasil," ujarnya.

Sedangkan Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara S.E., yang juga didapuk sebagai penasehat TI Provinsi Bali, usai pelantikan menyatakan, selaku pucuk pimpinan di TNI AL Denpasar Bali, Lanal Denpasar siap men-support dan mendukung peningkatan prestasi bagi atlet-atlet taekwondo khususnya di provinsi Bali.

"Jadi kita juga banyak punya fasilitas, lapangan, kemudian aula/gedung serbaguna yang bisa dimanfaatkan dalam pelatihan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum TI Provinsi Bali AA Putu Agung Suryawan Wiranata, mengatakan, usai resmi dilantik, selaku ketua umum, pihaknya akan segera melakukan sejumlah agenda dengan menggelar pra rakerda dan rakerda dengan para pengurus tingkat provinsi, pengkab dan dojang di seluruh Bali.

"Pada rakerda nanti, kami akan mengundang para penggurus baik pengurus provinsi, pengkab seluruh Bali untuk mendiskusikan program-program yang sudah direncanakan baik program tahunan maupun program jangka panjang hingga 2024 mendatang," ujarnya.

Namun demikian, sebagai langkah awal usai dilantik, Suryawan menyatakan akan focus pada penataan internal organisasi." "Kemudian nanti baru akan kami lanjutkan pada program pelatda bagi anak-anak Kita yang sudah kita siapkan untuk PON 2021 dan tentu juga program rutin kenaikan tingkat dan pelatihan-pelatihan sabuk yang lebih tinggi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ulasnya.

Prinsipnya, lanjut Suryawan, meski masih pandemi Covid-19, olahraga khususnya taekwondo di Bali harus tetap berjalan. (utw)