Jumat, 25 Mei 2012 - 10:09:09 WIB

BKKBN adakan Program Seni Budaya bertema "Pentas Komedi GenRe 2012"

Diposting oleh : Unggul Trie Wibowo
ReportaseIndonesia.com - Pada Tanggal 24 Mei 2012 bertempat di ruang Pers diadakan acara Jumpa Pers mengenai program seni budaya yang bertema " Pentas Komedi GenRe 2012 BKKBN " yang langsung dihadiri oleh Kepala BKKBN Pusat serta Budayawan Nasional.

Suatu kreatifitas dan inovasi dalam sosialisasi pesan program KB merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindari. Itu sebab, BKKBN kali ini akan melakukan Pentas Komedi tradisional sebagai salah satu seni budaya. Kata "seni budaya" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, dan tidak asing dalam setiap telinga orang, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan "ART" (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah karya dari sebuah kegiatan.

Media seni budaya sampai kapanpun masih menjadi media hiburan menarik bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia tanpa melihat latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial, usia, dan tempat tinggal. Selain itu, media seni budaya juga memiliki peluang besar untuk dapat dimasuki pesan-pesan yang bersifat informatif dan edukatif, menyangkut pendidikan termasuk pesan-pesan tentang program Kependudukan dan Keluarga Berencana. Bahkan sejarah perjuangan agama islam di pulau jawa, para wali menybarluaskan pesan agama melalui seni buaya sebagai salah satu alat kampanye nilai-nilai agama.

Seni budaya dijadikan alat sosialisasi yang edukatif, disampaing hiburan juga melestarikan seni budaya nusantara yang begitu beraneka ragam yang jumlahnya sangat banyak. Itu sebab, sebagai salah satu upaya suksesi kampanye program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional pada tahun 2012, mendayagunakan media seni budaya tradisional sebagai aset bangsa. Keragaman seni budaya tradisional diseluruh pelosok negeri nusantara, merupakan potensi yang maha dhsyat untuk mensosialisasikan program KB.

Bangsa Indonesia sangatlah kaya akan karya seni dan budaya yang tidak dimiliki oleh negara lain, tapi sayang akhir-akhir ini banyak karya seni dan budaya Indonesia yang di klaim oleh negara lain, karena warga Indonesia sendiri yang mulai kurang menghargai karya seni dan budaya asalnya, bahkan cenderung menyukai produk negara lain atau luar negeri, padahal di luar sana banyak negara yang iri dengan kekayaan seni dan budaya Indonesia, sampai-sampai mereka berani mengklaim kesenian dan kebudayaan negara kita.

Dalam upaya ikut memelihara dan melestarikan seni budaya yang kita miliki juga untuk menggemakan kembali program Kependudukan dan KB di masyarakat, BKKBN memiliki cara tersendiri untuk merealisasikannya. Salah satu caranya adalah menyentuh para seniman yang memiliki wadah seni budaya tradisional, sehingga kapan saja dimana saja mereka pentas, sisipan informasi Kb akan selalu disampaikan. Pola ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu, jadi ini kali yang ketiga kalinya, dengan menggelar atraksi dan kreasi seni budaya tradisional dari masing-masing wilayah propinsi di Indonesia dengan sisipan pesan pesan Kependudukan Dan Keluarga Berencana yang dikemas dipagelaran seni budaya tradisional.

Dari kegiatan ini diupayakan agar para pelaku seni terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang Kependudukan dan KB dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepeduliannya terhadap program dimaksud. Untuk itu, kelompok/komunitas seni ini, selain mempunyai tugas melakukan KIE KKB di masyarakat, juga berwenang untuk menetapkan kebijakan dan strategi KIE melalui media seni. Untuk itu perlu ketersediaan sarana komunikasi informasi dan edukasi, di mana salah satu media yang dinilai efektif dan efisien adalah melalui media seni tradisional.

Media seni tradisional jadi alat, mengapa ?

Paling tidak ada tiga alasan mendasar yang dapat dijadikan pegangan. Pertama, media seni tradisional hingga sekarang masih menjadi media hiburan menarik bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, tanpa memandang usia, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan dan di mana mereka tinggal. Terbukti, setiap tontonan seni budaya di manapun di seluruh pelosok di Indonesia tidak pernah sepi dari penonton. Anak-anak dan remaja, bahkan warga yang sudah tua pun, rela berjubel untuk menonton karena ini dianggap sebagai hiburan yang menyegarkan dan tidak membosankan. Karena dilihat dari aspek biaya, penonton tidak harus mengelauarkan biaya yang mahal, jadi efesien.

Kedua, media seni tradisional merupakan media yang memberi peluang sangat besar untuk dapat dimasuki pesan-pesan yang bersifat informatif dan edukatif, termasuk pesan-pesan tentang program KKB. Hal ini dapat dimengerti karena media seni tradisional sarat dengan komunikasi baik verbal maupun non verbal.

Pesan-pesan tuntunan kehidupan yang baik, sangat sejalan dengan pesan-pesan pembentukan keluarga sejahtera melalui ikut KB, Pesan-pesan KB ini dengan mudah juga dapat dimasukkan dalam kesenian karena pesan-pesan tersebut dapat disisipkan lewat lakon yang diambil, dialog antar pemain atau lewat gubahan lagu. Walaupun kita juga tidak memungkiri bahwa kesenian atau tarian tradisional yang lebih banyak mengekspresikan seni melalui gerakan anggota tubuh juga tetap berpeluang untuk disisipi pesan-pesan KKB yang menarik perhatian penonton. Sebagai misal, pesan bagaimana keluarga kecil mendidik, merawat dan memperhatikan anggota keluarga sebagai implemntasi dari keluarga kecil bahagia dan sejahtera, misal lain bagaimana keluarga memperhatikan anak sebagai implemtasi dari delapan fungsi yakni fungsi perlindungan dan fungsi kasih sayang.

Ketiga, pagelaran seni budaya tradisional secara umum di gelar dengan sasaran kelompok masyarakat di pedesaan yang pada umumnya adalah sasaran program KB, yakni masyarakat pedesaan dan keluarga kurang mampu.
Jadi dengan tiga alasan tersebut, tepat kiranya bila seni budaya tradisional, menjadi salah satu media sosialisasi program kependudukan dan keluarga berencana dalam usaha mencapai kesejahteraan keluarga.

Menurut budayawan Arswendo Atmowiloto, melalui seni atau budaya dapat merubah pola pikir, misalnya pola pikir remaja mengenai program KB. Menurutnya, kalau naik pesawat ada aturannya begitu pula dengan naik motor harus menggunakan helm, jadi persoalan remaja terhadap program KB juga harus diatur.

"Budaya menurut saya, dapat menjadi tempat yang familiar bagi remaja" ujar arswendo
Guna terus menguatkan gema program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) di masyarakat, Kegiatan Pentas Komedi GenRe 2012 BKKBN dilaksanakan oleh BKKBN di Jakarta ,tepatnya di Central Park Jakarta Barta, tanggal 1 – 3 juni 2012. Hal ini tentunya akan menjadi bagian rangkaian kegiatan pendukung diperingatinya hari keluarga ke XIX tanggal 29 juni, akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat.
Kegitan yang sifatnya pentas seni ini sudah dilaksanakan untuk yang ketiga kalinya, dimana pertama diadakan di Pring Sewu, Lampung, kedua dilaksanakan di Jakarta dengan nama "Festival Kreasi Seni Budaya GenRe Nusantara 2011". Event ini telah digelar di Plaza Arsipel TMII pada 24 Juni hingga 26 Juni 2011. Dan untuk yang ketiga adalah kegiatan “Pentas Komedi GenRe 2012 BKKBN.

Kegiatan yang diberinama “Pentas Komedi GenRe 2012 BKKBN” ini akan diikuti oleh peserta dari 33 propinsi di Indonesia, dimana masing-masing propinsi akan menghadirkan 7 orang peserta yang terdiridari 3 orang peserta/penampil dan 4 orang pendamping (Official). Tim provinsi yang mengikuti lomba ini merupakan hasil seleksi di tingkat wilayah masing-masing melalui tahapan yang beraneka ragam, mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota sampai tingkat provinsi dan akhirnya ke tingkat nasional. Sebagai upaya ikut meramaikan kegiatan Pentas ini juga akan dimeriahkan oleh artis-artis modern dari, Grup Band NIDJI, Grup Band UNGU serta pengisi acara lainnya dipandu oleh MC Ananda Omes dan Rina Nose. Lengkaplah upaya mensosialisasikan program KB ini melalui berbagai jalur, termasuk kalau kita lihat dalam acara Rangkin 1, yang digelar disalah satu station televisi di negeri ini.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang menampilkan seni comedian/lawak/humor budaya yang nantinya akan dinilai oleh Tim Juri serta menghasil kanjuara-juara meliputi juara I, II, III serta Juara harapan I, II dan III. Seluruh Juara akan mendapatkan Dana Pembinaan, Piagam Penghargaan serta Piala.

Kegiatan penjurian akan didukung oleh :

1. Ibu Paulina Pejabat BKKBN
2. Bapak Effendi Gazali
3. Bapak Arswendo Atmowiloto
4. Bapak Soleh Solikhun
5. Bapak Kelik Pelipur Lara

Selain tim juri juga didukung pemateri sebagai berikut:

1. Bapak Sudibyo Alimoeso - Deputi KSPK
2. Bapak Silih Agung Wasesa
3. Cak Lontong


    CopyRight www.ReportaseIndonesia.com 2010-2013