Sabtu, 05 Oktober 2013 - 17:33:33 WIB

Presiden RI Menjadi Inspektur Upacara di HUT TNI ke-68

Diposting oleh : Reportase Indonesia
ReportaseIndonesia.com - Jakarta, (Puspen TNI). Presiden Republik Indonesia Dr. H. Soesilo Bambang Yudhoyono didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasad Jenderal TNI Budiman, Kasal Laksamana TNI Marsetio dan Kasau Marsekal TNI I.B. Putu Dunia, bertindak selaku Inspektur Upacara pada pelaksanaan Upacara Parade dan Defile Hari TNI ke-68 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).

Dalam sambutannya Presiden RI meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk terus meningkatkan pengabdian, profesionalisme dan kesiapsiagaan dimanapun berada dan bertugas, menjaga dan memelihara keutuhan dan kekompakan di seluruh jajaran TNI serta memelihara dan meningkatkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat. "Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang yang dicintai dan mencintai rakyat", tegas Presiden RI.

Sementara itu, kepada para pimpinan jajaran TNI, Presiden Republik Indonesia Dr. H. Soesilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan, teruslah memperhatikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya dari waktu ke waktu sejalan dengan upaya pemerintah yang terus berusaha meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai Komandan Upacara Brigjen TNI Mar Siswoyo Hari Santoso (Danpasmar-1). Pengucap Sapta Marga Letda Mar Danang Setiaji. Penerima Tanda Kehormatan : Kolonel Tek Rachmadi Saputro (Satya Lencana Swa Buana Paksa Nararya, Kapten Laut (S) Sugiarto (Satya Lencana Jalasena Nararya) dan Serma Kasmono (Satya Lencana Kartika Eka Paksi Nararya).

Peserta upacara yang terlibat sebanyak 5.810 personel, terdiri dari : Panji-Panji TNI dan Angkatan (75 orang) ; Penerima Tanda Kehormatan RI sebanyak 3 orang (AD, AL & AU) ; Perwira Upacara (1 orang) ; Komandan Upacara Perwira Tinggi Bintang Satu (1 orang) ; Pengucap Sapta Marga sebanyak 3 orang (AD, AL & AU) ; Pembawa Acara (6 orang) ; Satsik Tipe "A" Gabungan TNI (250 orang) ; Pembawa Bendera Pelencang (6 orang).

Pasukan tidak bersenjata : 1 Batalyon Gabungan Perwira Menengah TNI (307 orang) ; 1 Batalyon Gabungan Perwira Pertama TNI (307 orang) ; 1 Batalyon Gabungan Drumband Taruna Akademi TNI (225 orang) ; 1 Batalyon PNS Gabungan Kemhan dan TNI (307 orang) ; 1 Batalyon Balacad 307 orang (hanya mengikuti defile). Untuk Pasukan bersenjata : 1 Brigade Gabungan Taruna, Wanita TNI, POM TNI (925 orang) ; 1 Batalyon Pasukan Perdamaian Dunia (307 orang) ; 1 Brigade TNI AD (904 orang) ; 1 Brigade TNI AL (904 orang) ; 1 Brigade TNI AU (904 orang).

Sementara itu, sebagai latar belakang (back ground) Pasukan Upacara, beberapa Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI akan dipamerkan, yaitu : Alutsista Udara dan Darat TNI AU meliputi 2 Pesawat F-16 dan 2 Pesawat Hercules C-130 serta 2 Pesawat Boeing 737 dan 2 Triple Gun). Alutsista Udara dan Darat TNI AD, terdiri dari : 4 Pesawat Helly (2 Bell 412 dan 2 MI 35), 6 Kendaraan Tempur Anoa dan 6 Panser V-150 serta 12 Mer-57/Arh. Alutsista Darat TNI AL, terdiri dari : 6 Kendaraan Tempur PT-76 dan 6 Kendaraan Tempur BTR 50 serta 2 Howitzer 122.

Dalam Upacara Parade dan Defile Hari TNI ke-68, tanggal 5 Oktober 2013 juga akan ditampilkan demonstrasi berupa : Fly Pass 2 Pesawat Cesna TNI AU; Demo Darat (ketrampilan prajurit); Senam Balok, Simulasi Halang Rintang, Senam LCR/Perahu Karet didukung 600 orang ; Kolone Senapan didukung 900 orang; Demo pertempuran jarak dekat didukung 18 orang; Penerjunan free fall 100 orang didukung 2 pesawat Hercules C-130; Aerobatik JAT 6 pesawat KT1-B; Fly Pass 4 Pesawat Cassa CN-212 TNI AL dan 8 Pesawat Hely TNI AD (1 MI 17, 1 MI 35, 3 BELL 412, 3 BO 105).
    CopyRight www.ReportaseIndonesia.com 2010-2013