Jumat, 04 Januari 2013 - 10:07:19 WIB

Harga Emas dan Minyak Akan Turun di Awal Tahun 2013

Diposting oleh : Unggul Trie Wibowo
ReportaseIndonesia.com - Saxo Bank menerbitkan perkiraan mereka di tahun 2013, termasuk jatuhnya harga komoditi emas dan minyak mentah. Secara gamblang, Saxo Bank melihat bahwa harga emas bisa turun hingga ke $1,200 per ons sementara harga minyak mentah bisa kembali ke kisaran $50 per barel. Berikut ini pasal-pasal yang menjadi alasan Saxo Bank :

Pertama, Bursa saham Jerman DAX diperkirakan akan terjun sebesar 33% kembali ke level 5,000 atas melemahnya perekonomian Cina yang diyakini masih akan berlanjut sehingga memberikan tekanan bagi perkembangan industri Jerman. Beberapa scenario kan membawa penurunan kepercayaan konsumen dan penurunan harga secara besar-besaran di saham-saham industry, yang merupakan porsi terbesar dalam bursa Jerman.

Jepang akan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan elektronik besar menyusul keterpurukan mereka setelah bersaing dengan pesaing yang datang dari Korea Selatan, persaiangan ini membawa kerugian Sharp Corp hingga $30 milyar termasuk juga Panasonic Corp. dan Sony Corp. Kondisi kredit akan memburuk sehingga menekan industry dan membuat pemerintah Jepang perlu melakukan nasionalisasi beberapa industry kunci lainnya, sebagaimana dilakukan serupa yang pemerintah AS saat menasionalisasi perusahan-perusahaan otomotif disaat krisis.

Harga emas akan jatuh hingga ke $1,200 per ons. Secara mengejutkan, perekonomian AS akan membaik lebih cepat dari perkiraan, khususnya pelaku pasar dan investor emas yang masih berat melepas emas sebagai Safe Haven. Disisi lain, permintaan emas secara fisik oleh Cina dan India mengalami penurunan sehingga memicu likuidasi investasi emas dan harga emas jatuh hingga ke $1,200 per ons sebelum Bank-bank Sentral sempat mengambil keuntungan dari menurunnya harga emas ini.

Harga minyak mentah turun ke $50 per barel, dimana produksi minyak mentah AS kembali naik dengan peningkatan teknologi produksi dan kenaikan cadangan minyak domestic hingga ke level tertinggi dalam 30 tahun terakhir ini disaat ekspor minyak menurun, harga minyak kembali mendapat tekanan jual yang kuat sekali.

Pada perdagangan Forek, USD/JPY turun ke 60.00 dimana Perdana Menteri Jepang yang baru Shinzo Abe secara agresif telah menggunakan dan mendesak kebijakan moneter yang lebih lunak guna mendukung pertumbuhan ekonomi Jepang. Hal ini membuat Yen tertekan. Akhirnya Dolar AS bergerak turun ke 60.00 yen, seiring dengan naiknya Yen Jepang sebagai mata uang yang paling kuat di dunia.


Selain itu, Harga emas dalam perdagangan berjangka di hari Kamis (04/01) berakhir menurun setelah menguatnya Dolar AS memberikan pukulan dan mengurangi daya tarik emas sebagai pengaman investasi.

Untuk kontrak pengiriman bulan Februari, harga emas berakhir turun $14.20, atau 0.8%, berakhir di harga $1,674.60 per ons di bursa Comex New York Mercantile Exchange. Penurunan harga emas ini leih besar dari kenaikan harga emas sehari sebelumya yang mampu naik sebesar $13, dimana komoditi-komoditi lainnya di bursa saham global merayakan keberhasilan politisi AS dalam mencapai kesepakatan untuk menghindari jurang fiscal.

Pada hari Senin, harga emas mampu naik hamper $20 menjelang pergantian akhir tahuna, atas keyakinan pasar bahwa kesepakatan akan tercapai. Naiknya harga emas memang didasarkan pertimbangan bahwa resolusi bagi Jurang Fiskal AS terlihat menopang perekonomian AS. Perasaan ini kemudian makin menguat setelah kesepakatan benar tercapai sehari kemudian.

Dolar AS mengalami tekanan diwaktu yang sama, namun akhirnya menemukan pijakannya dan setelah data ekonomi AS yang menyatakan klaim pengangguran AS mengalami kenaikan bahkan hingga yang paling besar selama lima minggu terakhir ini, pasar emas tidak berdaya dengan pukulan Dolar AS kembali.

Indek Dolar AS naik ke 80.132 dari sebelumnya di 79.847. menguatnya Dolar AS memberikan pukulan bagi perdagangan komoditi dimana investor denominasi Dolar akan merasa keberatan.

Para Investor melihat bahwa hasil pertemuan Bank Sentral AS, FOMC akan memberikan kontribusi besar dalam menggerakkan pasar akhir pekan dan minggu depan ini. Sejauh mana kebijakan yang akan diambil oleh The Fed, khususnya berkenaan dengan jalan keluar bagi kebijakan moneter kini.

Disisi lain, HSBC telah mengeluarkan proyeksi harga emas di tahun 2013, menurut mereka harga emas di tahun ini akan ada di harga $1,760 lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di harga $1,850 dengan kecenderungan pasar akan menurun.

Hal ini berbeda dengan perkiraan sebagian analisa lainnya yang menilai tren harga emas masih akan naik dalam jangka pendek ini, meski kekhawatiran akan permintaan emas dari India mengemuka. Dalam jangka pendek, harga emas akan naik dengan kesepakatan Jurang Fiskal AS dan potensi melemahnya Dolar AS dalam waktu dekat ini. Namun demikian kenaikan pajak impor Emas yang akan dikeluarkan pemerintah India akan memberikan pukulan bagi industry ini. The All India Gems & Jewelry Trade Federation yakin bahwa pajak impor akan naik dari 4% saat ini menjadi 6%, dan nilai impor emas akan menurun sebesar 20-25% di tahun 2013.
    CopyRight www.ReportaseIndonesia.com 2010-2013