Jumat, 05 Oktober 2012 - 08:55:30 WIB

Peringatan Hari Batik Nasional serta Peresmian Internasional Batik Center dan Craft di Pekalongan

Diposting oleh : Unggul Trie Wibowo
ReportaseIndonesia.com - Pekalongan, 2 Oktober 2012. Batik Merupakan sebuah karya seni yang mempunyai nilai budaya, estetika dan ekonomi. Keberadaan batik telah diakui tidak hanya oleh masyarakat Indonesia tetapi juga mancanegara terlebih setelah batik mendapatkan pengakuan dari lembaga Internasional UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Dan saat ini batik bukan hanya dikenal sebagai busana tradisional tetapi juga sekarang telah menjelma menjadi sebuah euphoria trend sebagian besar masyarakat Indonesia dan dunia.

Internasional Batik Center dan Craft Diresmikan oleh Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, bapak Prof. Dr. alex S. W. Retraubun, M.Sc yang bertepatan dengan hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober 2012 yang langsung dilaksanakan di Pusat kota Batik yakni IBC Pekalongan dan dilakukan juga Penandatanganan Prasasti Internasional Batik Center & Craft.

International Batik Center (IBC) and Craft diharapkan bisa membawa batik 'menjajah' negara lain untuk mendatangkan kesejahteraan bagi para perajin. Demikian disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun di sela-sela Resepsi Peringatan Hari Batik Nasional di IBC & Craft, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/10) malam.

Dalam acara yang digelar Yayasan Batik Indonesia dan IBC & Craft itu Alex memuji keberadaan IBC & Craft sebagai upaya membawa batik ke perdagangan internasional. Alex menegaskan, jika IBC ada di Jakarta, maka itu tidak mengagetkan.
"Namun karena IBC & Craft ada di Pekalongan, maka itu luar biasa," ujarnya.

Dia menyebutkan, pendirian IBC & Craft merupakan langkah brilian dan memperlihatkan visi jauh ke depan. "Saat saya tanya, kenapa tidak didirikan di Jakarta, Pak Gun (Yusuf Gunawan, pendiri IBC & Craft) menjawab akan mendirikan di Jakarta. Tapi di Jakarta sebagai cabang, pusatnya tetap di Pekalongan," tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.IBC & Craft, kata dia, juga diinginkan dibangun di Jepang, Bali, atau Thailand, tapi juga sebagai cabang dari Pekalongan. Ia menilai perindustrian di Jawa Tengah, khususnya tekstil, luar biasa dan tidak ada yang mengalahkan.

Desain-desain batik yang dipasarkan di IBCC unik, memiliki spesifikasi dan tidak pasaran. Ungkapan tersebut spontan dilontarkan Prof. Dr. Alex R, MSc Wakil Menteri Perindustrian RI saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Batik Nasional dan Peresmian dan Penandatanganan Prasasti International Batik Center and Craft (IBCC) di aula IBCC Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurut wakil Menteri perindustrian tersebut , jika IBCC ada di Jakarta atau kota besar lain bisa dikatakan biasa-biasa saja, tidak mengherankan, namun jika suatu daerah kabupaten/kota seperti Kab. Pekalongan yang memiliki IBCC ini baru hal yang luar biasa dan membanggakan "IBCC ini merupakan representasi dari pemikiran yang jauh kedepan/visioner dalam mengantisipasi posisi Kab. Pekalongan di pasar nasional dan internasional, utamanya dalam industri tekstil batik. Tidak ada yang bisa mengalahkan Jateng dalam industri kerajinan batik" ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Yultin Ginanjar Kartasasmita menambahkan, untuk melestarikan batik, pihaknya terus melakukan berbagai kegiatan.
"Batik kini sudah tersebar di 22 provinsi" tuturnya.

Bupati Pekalongan Drs. H.Amat Antono selaku tuan rumah memaparkan visi-misi serta fasilitas IBC, yang diharapkan bisa membawa manfaat dan kesejahteraan bagi para perajin. Kegiatan itu ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian IBC oleh Alex Retraubun dan pemotongan tumpeng oleh Yultin Ginanjar Kartasasmita "saat ini ada sekitar 12.500 perajin batik di kabupaten ini, dengan menyerap sekitar 90.000 tenaga kerja" tambah Antono.

"Sebagai wujud apresiasi terhadap kerajinan batik yang merupakan warisan budaya bangsa serta dorongan untuk mengembangkan batik khususnya di kota batik telah dibangun sebuah pusat batik internasional atau International Batik Center and Craft (IBC)".

    CopyRight www.ReportaseIndonesia.com 2010-2013